LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Benediktus Nurdin, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, menegaskan tragedi KM. Putri Sakinah menampar wajah Indonesia di panggung dunia.
Ia menyatakan itu ketika membuka rapat paripurna istimewa masa sidang dua tahun sidang 2025-2026 di ruang rapat utama dewan setempat di Labuan Bajo, Selasa (6/1/2026).
Seperti ramai dilansir berbagai media, kapal wisata KM. Putri Sakinah tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo (TNK) Mabar NTT pada 26 Desember 2025.
Tragedi ini menewaskan 6 warga negara Spanyol (satu keluarga), 4 di antaranya sudah diketemukan, 2 belum. Pencaraian oleh Tim SAR Gabungan masih berlangsung, dan konon kabarnya akan berhenti pada 7 Januari 2026.
Menurut Nurdin, Mabar rumah kebanggaan kita bersama. Kita semua dipanggil melaksanakan tugas dan tanggung jawab setulus hati mewujudkan “Mabar Bangkit Menuju Mabar Yang Semakin Mantap”.
Kebersamaan kita saat ini, demikian Nurdin, berlangsung ketika banyak pihak mempertaruhkan nyawa menantang gelombang, menyusuri pantai mencari korban yang hilang atas tragedi tenggelamnya KM. Putri Sakinah yang menelan korban nyawa.
Litani daftar korban yang semakin memanjang di balik predikat Labuan Bajo sebagai destinasi super premium, kata Nurdin, tidak saja membuat kita semua menunduk malu, bahkan jauh dari itu, menampar wajah Indonesia di panggung dunia.
Sebagai warga Indonesia yang terlahir dari Rahim bumi Manggaran Barat, kita berdoa, berjuang dan berharap “dopo koe ndoos irus one isung, lu’u one mata, latang sangged ase kae (semoga sampai di sini saja ratap duka buat keluarga akibat trgedi serupa) yang berniat mengukir kenangan bersama keluarga tetapi malah berujung duka yang menyesakan dada.
“Bayangkan mereka adalah anggota keluarga kita yang tercinta. Tentunya setinggi apapun jabatan yang kita miliki, semua pasti terasa hampa,” ucap Nurdin.
Tentu, lanjut Nurdin, semua sepakat untk mengutuk keras pihak yang menjadi penyebab tragedi memalukan ini dan mendukung APH untuk melaksanakan tugasnya guna mengusut secara tuntas.
Masih Nurdin, satu hal yang pasti bahwa peristiwa duka ini menggambarkan betapa buruknya manajemen pengelolaan pariwisata di Labuan Bajo.
“Kita sangat butuh investor untuk menggerakan roda perekonomian daerah, tetapi kita menolak investor yang mengejar laba mengabaikan nyawa,” ketus Nurdin.
Nurdin mengingatkan supaya lakukan pembenahan sistim kepariwisataan Mabar.
Berdasarkan kewenangan yang ada, Dewan mendukung dan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar guna memaksimalkan seluruh kewenangan dalam penataan dan pengawasan pariwisata laut.
Membangun sistem koordinasi yang tegas dan setara dengan KSOP, TNI AL, Polair, dan instansi terkait.
Menyusun regulasi daerah yang lebih kuat, baik dalam bentuk Perda maupun Perbup terkait standar operasional kapal wisata, rute, dan daya dukung perairan.
Menjadikan keselamatan manusia sebagai prinsip utama, bukan sekadar pelengkap dalam narasi pariwisata super premium.
“Berbagai persoalan akhir- akhir ini, tentunya tidak untuk melemahkan semangat tapi menuntut kita untuk bangkit dan berjuang lebih keras dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara adil dan merata dalam bingkai semangat “Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap,” ujar Nurdin.
Pada kesempatan sama, nada hampir sama diungkap Bupati Mabar Edistasius Endi, yang saat itu juga memimpin doa buat para korban meninggal dunia pada tragedi KM. Putri Sakinah di sela-sela sambutan.
Selain anggota DPRD Mabar, termasuk Wakil Ketua I Rikardus Jani dan Wakil Ketua II Sewargading S. J. Putera, paripurna tersebut diikuti Wakil Bupati Yulianus Weng, Sekada Fransiskus Sales Sodo dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Mabar
Turut hadir antara lain unsur Forkopimda Kabupaten Mabar, pimpinan instansi vertikal, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Mabar, dan pimpinan BUMN/BUMD Mabar. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










