Dewan Minta Pemerintah Awasi Pangan Berformalin di Manggarai Barat - FloresPos Net

Dewan  Minta Pemerintah Awasi Pangan Berformalin di Manggarai Barat

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 13:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silverius Sukur, Anggota DPRD Manggarai Barat (kanan).

Silverius Sukur, Anggota DPRD Manggarai Barat (kanan).

BAJAWA, FLORESPOS.net-Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT mengkhawatirkan potensi formalin pada pangan dagangan di Mabar.

Mereka sampaikan itu ketika bercakap-cakap dengn media ini di Labuan Bajo belum lama berselang.

Para wakil rakyat dimaksud di antaranya Ansel Jebarus, Silverius Sukur, Antonius Aron, Fabi Latu, dan Martinus Mitar, dimantiki Jebarus.

Untuk itu, demikian mereka, para pihak terkait diingatkan agar rutin mendatangi pusat-pusat perdagangan setempat terkait formalin, seperti pasar-pasar dan toko-toko pangan.

Mendatangi pasar dan toko pangan untuk memastikan kehigienisan aneka pangan yang diperjual-belikan di sana, yang dicurigai menggunakan bahan pengawet formalin, di antaranya pada ikan, buah, sayur, daging, dan produk olahan pangan.

Baca Juga :  Enam Sekolah di Labuan Bajo Makan Bergizi Gratis Hari Ini

Menurut mereka, Manggarai Barat daerah yang terbuka. Siapa saja, benda apa saja, dan barang apa saja bisa masuk, termasuk bahan pangan berformalin, seperti pada ikan dan lainnya.

“Dan yang sulit terkontrol itu wilayah laut kita. Itu sangat tidak steril, banyak lubangnya, pelabuhan (alam) kita banyak,” kata Sukur.

Pelabuhan-pelabuhan (alam) tersebut, sebut Sukur, ada di Terang, Warloka, Terang, Bari, Longos dan lain-lain.

Baca Juga :  SMK Cinta Damai Borong Bersih Sampah di Obyek Wisata Cepi Watu

“Ingat, wilayah-wilayah itu dulu (tempat) penyelundupan kerbau dan sapi,” sambung Sukur.

Karena itu, diminta kepada pihak-pihak terkait agar rutin lakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapangan.

Awasi secara ketat peredaran pangan di pasar-pasar dan di toko-toko di Mabar yang jual beragam pangan, seperti ikan, sayur, buah, beras, daging, tidak terkecuali produk sejenis hasil olahan pangan.

Jika ditemukam indikasi di lapangan segera ambil sikap. Jangan tunggu ada laporan atau temuan baru bertindak. Formalin itu berbahaya buat kesehatan manusia, ujar Sukur. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Hari Anak Nasional di SDI Dorameli, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Senyum Anak di Tengah Keterbatasan Anggaran
Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:40 WITA

Hari Anak Nasional di SDI Dorameli, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Senyum Anak di Tengah Keterbatasan Anggaran

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:37 WITA

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA