BAJAWA, FLORESPOS.net-Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT mengkhawatirkan potensi formalin pada pangan dagangan di Mabar.
Mereka sampaikan itu ketika bercakap-cakap dengn media ini di Labuan Bajo belum lama berselang.
Para wakil rakyat dimaksud di antaranya Ansel Jebarus, Silverius Sukur, Antonius Aron, Fabi Latu, dan Martinus Mitar, dimantiki Jebarus.
Untuk itu, demikian mereka, para pihak terkait diingatkan agar rutin mendatangi pusat-pusat perdagangan setempat terkait formalin, seperti pasar-pasar dan toko-toko pangan.
Mendatangi pasar dan toko pangan untuk memastikan kehigienisan aneka pangan yang diperjual-belikan di sana, yang dicurigai menggunakan bahan pengawet formalin, di antaranya pada ikan, buah, sayur, daging, dan produk olahan pangan.
Menurut mereka, Manggarai Barat daerah yang terbuka. Siapa saja, benda apa saja, dan barang apa saja bisa masuk, termasuk bahan pangan berformalin, seperti pada ikan dan lainnya.
“Dan yang sulit terkontrol itu wilayah laut kita. Itu sangat tidak steril, banyak lubangnya, pelabuhan (alam) kita banyak,” kata Sukur.
Pelabuhan-pelabuhan (alam) tersebut, sebut Sukur, ada di Terang, Warloka, Terang, Bari, Longos dan lain-lain.
“Ingat, wilayah-wilayah itu dulu (tempat) penyelundupan kerbau dan sapi,” sambung Sukur.
Karena itu, diminta kepada pihak-pihak terkait agar rutin lakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapangan.
Awasi secara ketat peredaran pangan di pasar-pasar dan di toko-toko di Mabar yang jual beragam pangan, seperti ikan, sayur, buah, beras, daging, tidak terkecuali produk sejenis hasil olahan pangan.
Jika ditemukam indikasi di lapangan segera ambil sikap. Jangan tunggu ada laporan atau temuan baru bertindak. Formalin itu berbahaya buat kesehatan manusia, ujar Sukur. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










