Dinkes Genjot Penemuan TBC di Manggarai Barat - FloresPos Net

Dinkes Genjot Penemuan TBC di Manggarai Barat

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 19:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menggenjot penemuan dan penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) di daerah itu guna mencapai target eliminasi.

Hingga Oktober 2024, capaian kasus yang ditemukan dan diobati telah melampaui 50% dari target tahunan.

Adrianus Ojo, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Barat mengatakan itu kepada Florespos.net baru-baru ini di Labuan Bajo.

Saat itu dia memaparkan situasi terkini penyakit TBC di Mabar, mulai dari angka kasus, ketersediaan obat, hingga upaya kolaboratif yang dilakukan.

Diungkapkan, kasus TBC pada  periode Januari-Oktober 2024, Dinkes Mabar telah menemukan dan menangani 537 kasus. Angka ini mencapai 61% dari target nasional sebanyak 880 kasus untuk tahun 2024.

Untuk tahun 2025, katanya, Dinkes telah memproyeksikan penemuan kasus. Hingga Oktober (2025), pihaknya telah menemukan 487 kasus atau 55,45% dari target 878 kasus.

Baca Juga :  Senator dari NTT Jadi Pimpinan Komite II DPD RI, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Ini menunjukkan komitmen kita yang berkelanjutan,” jelas Kadis Ojo.

Menurut Kadis Ojo, proses penanganan TBC di Manggarai Barat berjalan tanpa kendala yang signifikan. Setiap kasus yang ditemukan langsung diberikan pengobatan dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).

Kunci dari kelancaran penanganan ini adalah kolaborasi dan integrasi yang solid dari Tim TBC di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Dukungan tenaga dokter spesialis di rumah sakit sangat memantu dalam proses penemuan, pemeriksaan, dan pengobatan kasus TBC dari hulu ke hilir, tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa ketersediaan OAT di Manggarai Barat sangat mencukupi untuk mendukung pengobatan semua pasien.

“Obat TBC kami distribusikan secara rutin dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Stok kami aman dan cukup, sehingga tidak ada alasan untuk terhambatnya pengobatan,” tandas Kadis Ojo.

Masih dia, data Dinkes Mabar menunjukkan bahwa kelompok usia paling rentan pada 2025 adalah lansia di atas 65 tahun, dengan 49 kasus (15,12%).

Baca Juga :  Golkar, Gerindra dan PKB Berpeluang Kursi Pimpinan DPRD Ngada

Dari sisi sebaran geografis, Puskesmas Labuan Bajo menjadi wilayah dengan penemuan kasus tertinggi, yaitu 259 kasus pada 2024 dan 78 kasus pada 2025.

Sementara itu, kasus terendah pada 2024 ditemukan di Puskesmas Compang (2 kasus) dan pada 2025 di Puskesmas Komodo (2 kasus).

Kadis Ojo mengimbau seluruh Fasyankes, termasuk rumah sakit, puskesmas, dan klinik, untuk memperkuat kerja sama.

Pihaknya mendorong sinergi lintas program dan lintas sektor dalam penjaringan, penemuan, dan pengobatan TBC. Strategi seperti ‘Ketuk Pintu’, Investigasi Kontak, Active Case Finding (ACF), Gerakan Sisir Tuberkulosis, dan kegiatan terintegrasi lainnya harus dioptimalkan.

“Mari bersama-sama wujudkan Manggarai Barat yang bebas TBC,” pungkasnya.

Upaya komprehensif ini diharapkan dapat terus mendongkrak angka penemuan kasus dan kesembuhan pasien, menuju target eliminasi TBC di Manggarai Barat, tutup Kadis Ojo. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA