Pelamar Jukir Banjiri Dishub Manggarai Barat, Kadis Gunawan Pusing Tujuh Keliling - FloresPos Net

Pelamar Jukir Banjiri Dishub Manggarai Barat, Kadis Gunawan Pusing Tujuh Keliling

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 07:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Adrianus Gunawan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT pusing tujuh keliling gegara membanjirnya pelamar juru parkir (Jukir).

“Anggaran terbatas sekali. Ambil uang di mana? Pelamar banyak sarjana. Pusing tujuh keliling,” ujar Kadis Gunawan baru-baru ini di Labuan Bajo.

Diungkapkan, Dishub Mabar memang butuh banyak Jukir, karena potensinya banyak. Tetapi yang datang melamar juga banyak, termasuk yang berijazah sarjana. Gajinya Rp. 1,6 juta/ bulan, dibawah standar UMR.

Sehubungan dengan petugas Jukir di Mabar, kata Kadis Gunawan, persyaratan ke depan tetap berijazah standar SMA. Mereka wajib gunakan aplikasi mesin edisi (AME).

Komitmen Dishub, kata Kadis Gunawan, para Jukir nanti bekerja 1 hari minimal 5 jam, 1 minggu 6 hari. Sehingga kerjanya 30 jam selama 1 minggu.

“Saya kira itu wajar lah, karena ketentuan normatif kan 42 jam, gaji UMR itu 42 jam. Kalau ini kan nanti kita kerja di lapangan 30 jam, 1 minggu, itu wajar,” kata Kadis Gunawan.

Baca Juga :  Pengurus PKB Ngada Serahkan Berkas Pendaftaran Berni Dhey ke NasDem Ngada

Lebih jauh diungkapkan, saat ini banyak pelamar Jukir di Dishub untuk 2 bulan ke depan. Namun belum bisa diputuskan, Dishub sesuaikan dengan ketersediaan anggaran, terkendala biaya. Jika memungkinkan akomodir 10 orang, walau kebutuhan banyak.

Tetapi untuk tahun depan Dishub cukup optimis, karna pakai AME, tidak lagi gunakan karcis. Nanti masyarakat mendapatkan struk dari mesin aplikasi itu sendiri. Sehingga lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Saat ini, Dishub sudah uji coba 6 mesin edisi (AME), 5 di pasar dan 1 di pelabuhan di Labuan Bajo. Mudah-mudahan ada tambahan lagi di beberapa titik.

Dishub mendorong digitalisasi dan mengurangi penggunaan karcis secara manual agar bisa memberi kepercayaan kepada masyarakat dan semuanya bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Baca Juga :  Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar

Hasil uji coba belakangan, sepertinya penggunaan AME lebih efektif. Bisa memantau setiap saat kerja Jukir, jam masuk-keluar. Transaksi jam berapa, berapa nomor plat kendaraan, sampai angka uang diketahui semua. Pilihannya bisa bayar tunai, juga bisa pakai QRIS.

Petugas Dishub sendiri tidak lagi dipusingkan dengan mengambil dan menghitung karcis, nomor seri karcis. Dan Dishub juga ada penghematan anggaran, karena tidak harus mengeluarkan biaya untuk cetak karcis.

“Hasil uji coba hasil cukup bagus. Mudah-mudahan ke depan lebih bagus lagi. Secara nominal lebih bagus dari manual penggunaan karcis. Kita buat perbandingan terhadap orang yang sama, petugas yang sama,” tutup Kadis Gunawan.

Dilansir media ini sebelumnya, Dishub Manggarai Barat Butuh 25 Orang Jukir. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru