LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Unjuk rasa Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) di DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT di Labuan Bajo berakhir dengan nyanyi dan foto bareng bersama wakil rakyat dan aparat keamanan yang kawal aksi bertemakan “demo damai” itu, Selasa (2/9/2025) siang.
Sergius Tri Deddy, koordinator umum aksi, menegaskan, nyanyi dan foto bersama membawah pesan, bahwa aksi FMPD di Mabar berlangsung damai, meski unjuk rasa di tempat lain di tanah air justru sebaliknya, tidak kondusif. Situasi tanah air akhir-akhir ini kurang kondusif.
Pantauan media ini, nyanyi bareng pengunjuk rasa dengan puluhan anggota DPRD Mabar dan aparat keamanan berlangsung di depan gedung DPRD Mabar. Lagu yang dikumandangkan yakni Indonesia Raya. Aparat keamanan terdiri dari TNI dan POLRI serta Satuan Pamong Praja Mabar.
Sesaat sebelumnya di tempat itu, Dedi, sapaan Sergius Tri Deddy membaca pernyataan sikap FMPD dihadapan wakil rakyat dan lain-lain. Isinya antara lain mendesak DPR RI agar mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset. Mendesak DPR RI membatalkan serta menurunkan tunjangan DPR RI.
Menuntut dan mendesak DPRD Mabar untuk segera mengurangi kunjungan kerja studi banding di luar daerah, perjalanan dinas serta tunjangan yang berlebihan yang tidak bermanfaat.
Selain Dedi, orator lain dalam unjuk rasa itu di antaranya Bernadus Barat Daya.
Para pengunjuk rasa mengusung begitu banyak spanduk. Sesaat sebelumnya demonstran juga berunjuk rasa damai di Kantor Bupati Mabar di Labuan Bajo.
Dilansir media ini sebelumnya, Polisi dan TNI jaga ketat gedung DPRD Manggarai Barat. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando









