Lanjutnya, rumah yang bukan hanya sebagai tempat pelayanan bagi anggota semata namun lebih dari itu sebagai rumah berlindung, rumah diskusi, rumah masa depan bagi anggota KSP Kopdit Pintu Air.
“Anggota tentu mendambakan perlindungan akan maraknya tawaran pinjaman lembaga keuangan bukan koperasi yang gencar masuk dari kampung ke kampung,” tuturnya.
Juventus mengakui, anggota juga tentunya ingin kantor ini sebagai tempat diskusi untuk mencarikan jalan keluar terkait persoalan usaha dan ekonomi mereka,
Juga sebutnya, sebagai rumah untuk merencanakan masa depan keluarga mereka melalui berbagai jenis produk simpanan dan pinjaman sesuai kebutuhan.
Karena dengan demikian kata dia, eksistensi gedung kantor KS{ Kopdit Pintu Air Cabang Talibura sebagai sarana pelayanan kepada anggota dapat lebih dirasakan manfaat.
“Juga merupakan wujud idealisme anggota yang telah berjalan seiring sejalan selama ini,” ucapnya.
Juventus memaparkan, perkembangan koperasi secara kualitas cukup menggembirakan namun secara kualitas masih perlu mendapat perhatian serius berbagai pihak.
Ia mengakui banyak permasalahan koperasi yang menjadi hambatan berkembangnya koperasi, diantaranya adalah pada aspek tata kelola, kompetensi pengurus, pengawas, manajemen, dan permodalan.
Hal ini kata dia, perlu diidentifikasi dan dicarikan alternatif dan solusi penyelesaiannya.
“Dengan demikian kita berharap ke depan koperasi mampu mewujudkan cita-cita bersama yaitu untuk kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










