500 KK di Kelurahan Wangkung Kecamatan Reok Belum Terkoneksi Listrik PLN - FloresPos Net

500 KK di Kelurahan Wangkung Kecamatan Reok Belum Terkoneksi Listrik PLN

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 09:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Reok pose bersama usai ikuti pertemuan Jumat Curhat yang menghadirkan Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto di Gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Wangkung, Jumat (19/9/2025).

Warga Reok pose bersama usai ikuti pertemuan Jumat Curhat yang menghadirkan Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto di Gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Wangkung, Jumat (19/9/2025).

RUTENG, FLORESPOS.net-Sebanyak 500 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini belum terkonekasi/terakses penerangan listrik dari PLN.

Elemen warga setempat, termasuk anggota DPRD Manggarai John Hardum Nonto meminta Manajemen PT PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik warga yang tinggal dekat dengan ibu kota Kecamatan Reok itu.

Kondisi warga Kelurahan Wangkung Kecamatan Reok ini yang belum terkoneksi listrik PLN ini terungkap dalam pertemuan bertajuk Jumat Curhat yang menghadirkan Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto, S.A.P., M.H. di Gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Wangkung, Jumat (19/9/2025).

Pada momen Jumat Curhat ini, Kapolsek Reo mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan dan Laporan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan masyarakat sehingga menciptakan Kamtimbas yang kondusif.

Hadir dalam Jumat Curhat ini di antaranya tokoh masyarakat John Hardum Nonto yang juga anggota DPRD Manggarai, Lurah Wangkung Agustinus Rudi Gunardi, Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Wangkung Eduardus Lomen, Pengawas Merah  Putih Gregorius Orara, para pengurus Koperasi Merah Putih, perwakilan elemen masyarakat.

Baca Juga :  Yayasan Ernesto dan Yayasan Bakti Alumni Persekolahan Pater Waser Teken MoU

Pada momen ini, Lurah Wangkung Agustius Rudi Gunardi menggambarkan secara sekilas tentang situasi warga yang dipimpinnya, termasuk ada tiga permukiman warga/kampung yakni Jengkalang, Rabo, dan Mahima yang jumlah warganya sekitar 500 KK hingga saat ini belum terkonekasi/terpasang listrik PLN.

Lurah mengakui kondisi belum adanya jaringan listrik ini dapat mengganggu aktivitas warga, khususnya siswa yang mengenyam pendidikan dasar dan SMP pada tiga kampung itu yang tentu membutuhkan akses penerangan untuk mempermudah proses KBM atau penugasan sekolah, dan juga kebutuhan penerangan bagi warga yang hendak menjalankan ibadat sesuai agamanya.

“Di Jengkalang misalnya, ada Kapela, ada Masjid dan ada situs bersejarah dan destinasi wisata. Aktivitas keagamaan pada rumah-rumah ibadat ini butuh penerangan,” katanya.

Sudah Ajukan Proposal Lurah Agustinus Rudi Gunardi pada kesempatan ini mengakui pihaknya sudah beberapa kali meneruskan proposal dan permohonan warga yang meminta agar dibuka jaringan akses listik PLN ke Mahima, Jengkalang, dan Rabo.

Baca Juga :  Perseftim Raih Poin Penuh, Pelatih Persim Sebut Faktor Cuaca Mempengaruhi Stamina Pemain

“Semua proposal dan permohonan warga ini sudah kami teruskan ke PLN dan beberapa pihak terkait. Kami berharap agar PLN sebagai BUMN dapat merespon permohonan warga,” katanya.

Sementara anggota DPRD Manggarai dari Daerah Pemilihan Reok, Reok Barat, dan Cibal John Hardum Nonto pada kesempatan ini menambahkan pihaknya telah menyuarakan kondisi ratusan warga yang belum terkoneksi listrik PLN ini dalam satu momen rapat di Ruang Sidang DPRD Manggarai.

Selain bersuara di gedung DPRD, John Hardum juga telah berkoordinasi dengan DPRD Provinsi untuk terus memperjuangkan pemenuhan kebutuhan dasar listrik di PT PLN Wilayah NTT dan PT PLN Pusat.

“Kita berharap agar PT PLN segera memasang jaringan listrik ke Jengkalang, Rabo, dan Mahima,” pinta John Hardum Nonto.*

Penulis : Walburgus Abulat

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Pemerhati Perempuan dan Anak Prihatin Kasus Prostitusi di Ende, Siap Dampingi Korban
KPA NTT Minta Pencabutan Sertifikat Hak Pakai Tanah TNI di Tonggurambang
Bupati Simplisius Dorong Implementasi Manajemen Talenta Bersama BKN
KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang
Si Jago Merah Lalap Habis 1 Rumah di Ma’ubare, Tonggo-Nagekeo, Tidak Ada Korban Jiwa
WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT
WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat
Kos-kosan ASN di Ende jadi Tempat Prostitusi, Satpol PP Amankan Lima Perempuan
Berita ini 185 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:25 WITA

Pemerhati Perempuan dan Anak Prihatin Kasus Prostitusi di Ende, Siap Dampingi Korban

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:20 WITA

KPA NTT Minta Pencabutan Sertifikat Hak Pakai Tanah TNI di Tonggurambang

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WITA

Bupati Simplisius Dorong Implementasi Manajemen Talenta Bersama BKN

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:48 WITA

KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:34 WITA

Si Jago Merah Lalap Habis 1 Rumah di Ma’ubare, Tonggo-Nagekeo, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terbaru