Terima DPP Patria PMKRI, Kementan Harapkan Komunitas Peternak Babi Berkontribusi Atasi Kemiskinan Ekstrem - FloresPos Net

Terima DPP Patria PMKRI, Kementan Harapkan Komunitas Peternak Babi Berkontribusi Atasi Kemiskinan Ekstrem

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 20:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terima DPP Patria PMKRI, Kementan Harapkan Komunitas Peternak Babi Berkontribusi Atasi Kemiskinan Ekstrem

Terima DPP Patria PMKRI, Kementan Harapkan Komunitas Peternak Babi Berkontribusi Atasi Kemiskinan Ekstrem

JAKARTA, FLORESPOS.net-Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (DPP Patria PMKRI) melakukan audiensi dengan pihak Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia pada Jumat (12/9/2025).

DPP Patria PMKRI yang dipimpin Agustisnus Tamo Mbapa bersama jajaran pengurus DPP Patria PMKRI diterima oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Dr. Drh. Agung Suganda.

Sejumlah hal terutama berkaitan dengan bagaimana komunitas peternak babi dapat berkembang dan bermanfaat bagi perekonomian masyarakat dibahas saat itu.

“Kami menerima audiensi dengan DPP Patria PMKRI terkait bagaimana mendorong agar komunitas peternak babi dapat menjadi komunitas yang mendorong ekonomi para peternak dan penuntasan kemiskinan ekstrem di daerah-daerah khususnya Wilayah Indonesia Timur,” ujar Agung Suganda seusai menerima audiensi dengan DPP Patria PMKRI dalam rilis yang diterima redaksi Florespos.net, Minggu (14/9/2025).

Agung Suganda menyambut baik masukan dari DPP Patria PMKRI terkait pengembangan komunitas peternak babi. “Kami mengajak untuk bersama-sama membuat Rodmap Pengembangan Komunitas Ternak Babi,” ujar Agung Suganda.

Baca Juga :  FAN Gelar  Acara Tribute to Akbar Tandjung, AWK:  Ini Kesempatan untuk Berterima Kasih

Kata Agung Suganda, rencana tersebut akan diawali dengan melakukan FGD (Focus Group Discussion) yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah pusat dan daerah, termasuk asosiasi peternak babi dan swasta.

“Ini perlu agar mendapatkan masukan yang komprehensif termasuk langkah-langkah jangka pendek, menengah dan panjang,” katanya.

Agung Suganda berharap sektor pengembangan ternak babi dapat meningkat dan menjadi komunitas yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi para peternak babi termasuk jaminan dari segi keamanan pangan terhadap konsumen.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Patria PMKRI Agustinus Tamo Mbapa menyambut baik respons positif dari Kementan terkait upaya pengembangan komunitas peternak baik.

“Nanti kami akan terlibat dalam FGD. Dengan demikian, kami berharap komunitas peternak babi dapat bertumbuh dan memberikan manfaat bagi ekonomi masyarakat,” kata Gustaf.

Gustaf yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik ini berharap pemerintah khususnya Kementan membantu pengentasan penyakit babi ASF atau Demam Babi Afrika. Karena ASF merupakan penyakit virus yang sangat menular dan mematikan pada babi domestik dan babi liar.

Baca Juga :  Melalui Pendekatan Persuasif Satgas Penertiban, Pasar Wuring Ditutup

Gustaf menambahkan, NTT khususnya di Wilayah Keuskupan Agung Kupang dapat dijadikan proyek percontohan untuk mengembangkan sektor peternakan babi.

“Di sana (Keuskupan Agung Kupang, red), sudah ada kandang babi. Kami berharap Kementan dapat berkolaborasi dan memberikan terkait pengembangan ternak babi,” kata Gustaf.

Dalam audiensi itu, Dirjen Agung Suganda didampingi Direktur Kesehatan Hewan, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D, dan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Dr. drh. I Ketut Wirata, M.Si.

Sementara Agustinus Tamo Mbapa didampingi jajaran DPP Patria PMKRI, yaitu Septyarini (Sekretaris Jenderal), Const Joel Tukan (Waketum Bidang Pertanian, Peternakan, Maritim, Kehutanan dan Pembangunan Desa), Maksimus Ramses Lalongkoe (Waketum Bidang Internal Organisasi), dan Friederich Batari (Wakil Ketua Bidang Kominfo). *

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka
Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik
Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe
Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores
Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan
Gempa Guncang Flores, Bangunan Ruang Tunggu Penumpang Pelabuhan Laurens Say Maumere Ambruk
Gempa Flores Banyak Makan Korban, Warga Pesisir Manggarai Barat Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa Guncang Nagekeo, 5 Rumah Rusak Berat, Warga Aeramo Mengungsi ke Gunung
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:39 WITA

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:21 WITA

Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:20 WITA

Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:39 WITA