REOK, FLORESPOS.net-Sebanyak 20 siswa Kelas XI F Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Manggarai meLakukan Outing Class (belajar di luar kelas) ke tiga rumah ibadah di Reo, Ibu Kota Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (30/8/2025).
Tiga rumah ibadah yang dikunjungi adalah Masjid Nurul Huda Reo, Gereja Paroki St. Maria Ratu Rosari Reo, dan Gereja GMIT Ephata Reo.
Kegiatan siswa ini dibimbing Ketua Pelaksana yang juga Guru Sosiologi MAN I Manggarai Ibu Endang Sri Wahyuni dampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Zakaria, staf kesiswaan Jemadin, guru BK Maria Margareta Danggut, dan guru Akidah Akhlak Resky Iman Najib.
Kegiatan yang mengusung tema Membangun Toleransi dan Peradaban ini di bawah bimbingan Guru Sosiologi, Endang Sri Wahyuni dan 4 guru pendamping lainnya.
Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat melihat langsung kehidupan kelompok sosial keagamaan, berdialog dengan tokoh agama, serta menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.
Kedatangan para siswa ke tiga rumah ibadah itu disambut hangat tokoh agama setempat yakni Imam Masjid Nurul Huda, Syamsudin; Pastor Paroki Reo RD Mansuetus Hariman dan Ketua Pelaksana DPP Paroki Reo Pius Jemadu; dan Pendeta Gereja Ephata, Aprianimega Palituka, S.Si. Theol.
Sangat Terkesan
Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman menyampaikan apresiasi kepada para siswa MAN I Manggarai dan para guru yang melakukan outing class ke tiga rumah ibadah di Reo, termasuk Gereja Paroki Santa Maria Ratu Rosari Reo.
Romo Mansu menilai kegiatan kunjungan para siswa itu sangat spesial dan bernilai dalam upaya semakin mengokohkan nilai-nilai toleransi di Reo.
“Saya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang mempererat toleransi umat beragama di Reo ini,” kata Romo Mansu.
Hal serupa disampaikan Pendeta Aprianimega Palituka, S.Si.Theol. Menurut Pendeta Mega, walaupun pertemuan antara siswa MAN dan para tokoh agama sangat singkat, namun momen ini dianggap spesial.
“Saya senang dengan kunjungan siswa-siswi MAN I Manggarap ini. Walaupun waktu pertemuannya sangat singkat, tetapi sangat terkesan bagi saya selaku Pendeta Jemaat Ephata,” katanya.
“Saya berharap agar tidak hanya MAN I, tetapi ada sekolah-sekolah lain yang melakukan tur untuk pengenalan agama-agama di Reo dan rumah-rumah ibadahnya,” kata Pendeta Mega.
Apresiasi
Kepala MAN 1 Manggarai, Fetosarif Nggapang, mengapresiasi kegiatan ini. Outing Class seperti ini luar biasa karena memberi pengalaman langsung kepada siswa.
“Mereka tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat penerapannya dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Fetosarif berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan tema berbeda, sehingga ketika siswa lulus, mereka telah terbiasa dengan nilai toleransi dan keberagaman. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










