MAUMERE, FLORESPOS.net-Selama 25 tahun terakhir, wilayah Tana Ai yang terdiri dari tiga kecamatan, yaitu Waigete, Waiblama, dan Talibura menyimpan sebuah kerinduan besar hadirnya sebuah perguruan tinggi di tanah mereka.
Kerinduan ini bukan tanpa alasan mengingat di wilayah ini sudah ada beberapa SMA dan SMK dan adanya semangat untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi vokasi di wilayah ini.
“Kami ingin menghadirkan sebuah perguruan tinggi di wilayah Tana Ai khususnya perguruan tinggi vokasi,” sebut Rafael Raga, inisiator pendirian perguruan tinggi di wilayah Tana Ai, Sabtu (23/8/2025).
Rafael mengatakan, sejak hadirnya SMK Pertanian sebagai inisiator pendidikan vokasi yang pertama di wilayah ini, kemudian berkembang hingga berdiri 7 SMA dan SMK.
Mantan Ketua DPRD Sikka 2 periode ini menegaskan, kebutuhan akan pendidikan tinggi yang lebih memadai terus dirasakan oleh masyarakat dan para pendidik di wilayah Tana Ai.
“Sabtu tanggal 23 Agustus 2025, kerinduan tersebut mulai disuarakan melalui sebuah forum yang digelar di Aula SMK Negeri 1 Talibura di Nangahale, Kecamatan Talibura,” sebutnya.
Rafael selaku inisiator kegiatan berkomitmen menggerakkan masyarakat dan para pemangku kepentingan demi mewujudkan harapan besar tersebut.
Forum solidaritas perguruan tinggi Tana Ai ini mempertemukan berbagai tokoh pendidikan,serta anggota DPRD Sikka asal Tana Ai untuk bersama-sama membahas langkah konkret pendirian perguruan tinggi di wilayah tersebut.
“Hadir pula Kepala SMA Negeri 1 Talibura dan Kepala SMA Negeri Waiblama, menunjukkan dukungan lintas jenjang pendidikan di kawasan ini,” ungkapnya.
Rafael mengatakan, forum ini juga menyadari pentingnya landasan hukum yang jelas sehingga mereka mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang menjamin hak masyarakat mendapatkan akses pendidikan tinggi berkualitas serta mengatur persyaratan untuk mendirikan perguruan tinggi.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Talibura, Herminigildus, menyambut positif inisiatif ini dan bahkan siap menyediakan ruang kelas sebagai tempat kuliah pertama, menunjukan dukungan nyata komunitas pendidikan di Tana Ai.
Untuk mewujudkan rencana ini, forum membentuk tim kerja yang bertugas menyiapkan seluruh persyaratan administratif dan teknis yang dibutuhkan agar proses pendirian perguruan tinggi berjalan lancar.
Camat Waiblama, Fransiskus Ismail, juga hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Kini, setelah menunggu selama dua setengah dekade, upaya bersama ini mulai membawa harapan menjadi nyata.
Perguruan tinggi di Tana Ai akan menjadi tonggak baru dalam memajukan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sikka dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










