MBAY, FLORESPOS.net-Ratusan warga Nagekeo menggelar aksi seribu lilin untuk mengenang dan menyerukan keadilan bagi almarhum Prada Lucky Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere, Aeramo yang meninggal dunia beberapa waktu lalu diduga dianiaya seniornya sendiri.
Aksi ini digelar dengan penuh haru di Lapangan Berdikari, Danga, Kabupaten Nagekeo, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (19/8/2025) malam.
Menurut Ketua Forum Pemuda NTT Nagekeo, Agustinus Bebi Daga, ada lima alasan utama mengapa aksi ini dilakukan di tanah kelahiran dan pengabdian Prada Lucky.
Aksi ini menjadi bentuk penghormatan terakhir yang penuh makna bagi Prada Lucky.
Menguatkan Solidaritas Lokal, aksi ini menjadi pemersatu masyarakat lintas desa, kecamatan, hingga diaspora Nagekeo di luar daerah.
Menegaskan Identitas dan Harga Diri Daerah. Masyarakat Nagekeo menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam saat salah satu warganya menjadi korban ketidakadilan.
Menghormati Budaya dan Nilai Lokal: Aksi ini bagian dari ritual sosial untuk menjaga martabat keluarga dan suku.
Memberi Dukungan Nyata kepada Keluarga: Aksi ini menjadi penguat moral bagi keluarga besar Prada Lucky.
Gusty berharap, melalui aksi ini, suara mereka terdengar hingga ke tingkat nasional. Mereka menuntut penyelidikan yang transparan, adil, dan akuntabel atas kematian Prada Lucky, seraya menjaga nama baik dan martabat tanah Mbay. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Willy Aran










