“Tantangannya adalah memilih dari begitu banyak film berkualitas dengan isu-isu menarik agar tetap menghadirkan tayangan yang relevan, beragam, namun dapat dinikmati semua penonton,” ujarnya.
Tata juga menyoroti kehadiran filmmaker baru dalam Kompetisi Film NTT dan Kompetisi Film Pelajar. Pihaknya sangat antusias melihat angin segar dari sineas-sineas muda yang mengangkat isu-isu baru dan segar.
“Ini menandai semangat regenerasi dan inovasi dalam perfilman di NTT,” tuturnya.
Flobamora Film Festival 2025 juga memperluas kolaborasi dengan berbagai partner nasional dan internasional seperti Clermont Ferrand, Changing Climate Changing Live dan 100% Manusia.
Juga berkolaborasi dengan Festival Film Purbalingga, Papermoon Puppet, Papuan Voices, Orang-orang Kerumunan dan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Kemendikbud Ristek RI.
Kolaborasi ini memperkaya spektrum tema festival dan menjadikan seluruh program pemutaran wajib diikuti oleh semua kalangan penonton.
Seluruh rangkaian kegiatan ataupun program Flobamora Film Festival terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Flobamora Film Festival mengajak sineas muda, individu, komunitas, dan masyarakat luas untuk bergabung merayakan kekayaan budaya dan kreativitas NTT melalui film.
Untuk diketahui, Flobamora Film Festival adalah festival film pendek berskala nasional pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Festival ini berawal dari Parade Film NTT pada tahun 2021 dan pertama kali diadakan pada 27 hingga 30 Oktober 2023 oleh Komunitas Film Kupang (KFK) dan sejak saat itu, Flobamora Film Festival menjadi acara tahunan.
Sejak awal, Flobamora Film Festival berkomitmen untuk memberikan ruang apresiasi dan edukasi bagi sineas di NTT, sekaligus membangun jaringan nasional dan internasional di tingkat individu, komunitas, organisasi, dan festival.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










