Bantuan yang diberikan kepada para nelayan berupa 100 unit Cool Box, 10 unit Alat Penangkap Ikan (pukat dan jaring tangkap) serta 400 paket sembako berisi beras 5 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter yang disalurkan oleh Bulog Sub Divre Maumere.
Bantuan tersebut pun langsung diberikan kepada para nelayan yang hadir dan Wapres berharap bantuan-bantuan yang diserahkan tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing nelayan di Sikka.
Dalam rilis dari kantor Wapres, Gibran mengatakan bahwa bantuan itu juga menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap Kawasan Ekonomi Perikanan Bebeng.
Dalam pertemuan dan dialog bersama kelompok nelayan, Gibran berjanji membantu mengatasi persoalan-persoalan nelayan dengan meneruskannya ke Kementerian atau lembaga terkait.
Wapres menyebutkan, pertemuan dengan nelayan tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan swasembada pangan.
“Penguatan sektor perikanan menjadi bagian integral dari strategi nasional untuk mencapai kemandirian di bidang pangan, dan memperkuat ketahanan ekonomi maritim Indonesia,” ungkapnya.
Gibran berharap kunjungannya ke Bebeng dapat menjadi momentum mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan di NTT, yang pada ujungnya turut berkontribusi memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri dan berdaulat.
“Pengembangan kawasan ekonomi perikanan seperti di Bebeng ini adalah langkah konkret mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis sumber daya lokal,” kata Wapres Gibran.
Kawasan Ekonomi Perikanan Bebeng di Sikka saat ini masih dalam tahap pengembangan. Kawasan itu bakal dilengkapi dengan berbagai fasilitas industri perikanan seperti cold storage, pabrik es, sarana pengasapan, sarana pengeringan, pemindangan dan fermentasi.
Kawasan Ekonomi Perikanan Bebeng juga akan dilengkapi dengan fasilitas perbankan, koperasi, poliklinik, minimarket dan pertokoan. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










