“Lakukan kegiatan dengan tanggung jawab, tunjukkan bahwa kalian mahasiswa Uniflor dan adaptasi dengan kehidupan di desa,” pesan rektor.
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu mengatakan Pemkab Ngada menyambut baik kerja sama tersebut. Dikatakannya, saat ini pemerintah Kabupaten Ngada sudah melakukan kerja sama dengan lima perguruan tinggi termasuk Uniflor.
“Kami sudah kerja sama dengan Stikom Bali, UTB Jember, San Pedro Kupang, STIE Malang dan hari ini pembaharuan kerja sama dengan Uniflor”.
Kerja sama dengan perguruan tinggi ini bertujuan untuk membantu pemerintah membangun daerah dari desa. Perguruan tinggi mengambil peran mendukung melalui kegiatan tri dharma perguruan tinggi.
Wabup juga mengatakan Kabupaten Ngada memiliki 12 kecamatan yang memiliki potensi pertanian sebesar 80%. Dengan kondisi tersebut ia mengharapkan para dosen dan mahasiswa yang akan turun ke lapangan dalam kegiatan KKN membantu masyarakat meningkatkan produksi pertanian.
“Ilmu yang kalian dapatkan di kampus, kalian cocokkan di lapangan dengan kondisi riil yang ada di desa. Bantu masyarakat cari solusi di lapangan,” kata Wabup Ngada.
Wabup yang akrab disapa Berni ini mengatakan, Kecamatan Bajawa Utara yang dipilih menjadi lokasi KKN memiliki potensi pertanian cukup tinggi maka diharapkan mahasiswa membantu mencari solusi agar petani dapat meningkatkan hasil atau produksi pertanian.
Ketua Panitia KKN, Anselmus Mema mengatakan KKN tahun ini diikuti oleh 728 mahasiswa yang dibagi di dua kabupaten yaitu Kabupaten Ngada dan Nagekeo.
Untuk Kabupaten Ngada difokuskan di satu kecamatan yaitu Kecamatan Bajawa Utara dengan jumlah mahasiswa KKN sebanyak 210 orang. Sedangkan di Kabupaten Nagekeo di tujuh kecamatan. Kegiatan KKN berlangsung selama sebulan pada Agustus 2025.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










