ENDE, FLORESPOS.net-Laga seru di putaran ketiga grup B mempertemukan Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Pulau Ende, Senin (21/7/2025) malam di Stadion Marilonga.
Kedua tim yang turun dengan kekuatan penuh berambisi mencuri kemenangan dan menyajikan permainan seru menghibur penonton. Baku balas gol tersaji di laga ini.
Hingga peluit panjang berakhir, laga kedua tim ini membagi dengan skor 2-2.
Dengan hasil ini, Kecamatan Wolowaru sudah dipastikan mengamankan satu tiket ke babak delapan besar dengan poin 7, hasil dua kali kemenangan dan satu seri.
Sedangkan Kecamatan Pulau Ende mengumpulkan poin 5 hasil dua kali seri dan satu kali menang.
Jika ingin lolos ke babak delapan besar maka Kecamatan Pulau Ende wajib menang di partai terakhir melawan Detusoko. Jika hasil imbang maka Kecamatan Detusoko akan lolos mendampingi Kecamatan Wolowaru karena Detusoko sudah mengumpulkan poin 6.
Yami, pelatih Kecamatan Wolowaru mengakui laga melawan Pulau Ende adalah laga seru. Kedua tim bermain maksimal dan mempertontonkan permainan yang menghibur.
Ia bersyukur dengan hasil imbang karena hasil tersebut telah mengantar timnya ke babak delapan besar.
“Memang kami ingin menang dan mengunci juara grup tapi hasilnya seperti ini,” katanya.
Yami mengatakan timnya masih menyisakan satu laga melawan Kecamatan Kelimutu. Pada laga ini Kecamatan Wolowaru tetap bermain maksimal dan meraih kemenangan untuk merebut puncak klasemen di grup ini.
Yanto, pelatih Kecamatan Pulau Ende juga mengatakan laga melawan Wolowaru adalah laga seru. Dia mengatakan timnya kehilangan fokus setelah mencetak gol keunggulan.
“Kami dua kali cetak gol lebih dulu tapi hilang fokus maka dua kali lawan menyamakan kedudukan,” katanya.
Ia mengatakan timnya masih mempunyai peluang lolos ke babak delapan besar karena menyisakan satu laga melawan Kecamatan Detusoko. Dikatakannya laga terakhir melawan Detusoko adalah laga wajib menang.
“Kami optimis masih bisa lolos. Untuk laga terakhir tidak ada pilihan lain, wajib menang untuk lolos,” katanya.
Jalannya Laga
Sejak kick off tim Kecamatan Pulau Ende langsung bermain menekan. Pergerakan kedua pemain sayapnya merepotkan pertahanan Wolowaru.
Terus menekan diawal laga ini tim Kecamatan Pulau Ende berhasil mencuri gol di menit ke sepuluh. Melalui skema serangan yang dibangun dari belakang Faldin (7) berhasil menjebol gawang Kecamatan Wolowaru.
Gol itu rupanya mengejutkan oficial dan pemain Wolowaru. Tim pelatih langsung mengintruksikan permainan terbuka dan menyerang. Rotasi pemain diawal babak pun dilakukan tim pelatih.
Kedua tim bermain ngotot sehingga tidak bisa menghindari benturan. Husni, wasit utama memimpin laga tersebut mengeluarkan beberapa kartu kuning dan satu kartu merah untuk official Wolowaru akibat aksi protesnya.
Kecamatan Wolowaru pun berhasil menyamakan kedudukan. Gol itu tercipta berawal dari pelanggaran depan kotak pinalti Pulau Ende.
Sang kapten Wolowaru maju menjadi eksekutor dan tak menyiakan peluang itu. Bola yang dieksekusinya bersarang di rusuk kanan gawang Pulau Ende.
Setelah gol itu tak ada lagi gol tambahan hingga wasit Husni meniup peluit panjang turun minum babak pertama.
Masuk di babak kedua, kedua tim tetap bermain ngotot untuk mencuri kemenangan. Jual beli serangan pun terjadi di babak kedua.
Tepat di menit ke 54, pemain lincah Pulau Ende, Nasrul (8) membawa timnya unggul. Gol ini lahir melalui skema serangan satu dua di jantung pertahanan Wolowaru. Nasrul lolos dari kawalan berhasil menyontek bola.
Gol ini membuat tensi permainan meningkat. Lagi-lagi seperti di babak pertama Wolowaru bangkit mengejar ketertinggalan.
Upaya anak-anak Wolowaru pun membuahkan hasil positif. Ramadahan Abdurahman (16) berhasil melahirkan gol penyeimbang melalui tendangan dari luar kotak pinalti pada menit 65.
Gol penyeimbang Ramadahan sangat berarti bagi timnya karena untuk mengamankan satu tiket ke babak delapan besar dari grup B dengan poin 7 hasil dua kali kemenangan dan satu kali imbang.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










