LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT antusias mengikuti seminar sehari yang bertajuk “Perlindungan Perempuan dan Anak” di sekolah tersebut pekan lalu.
Kegiatan yang diisi dengan sosialisasi mendalam tentang HIV-AIDS itu bertujuan untuk membekali generasi muda memahami komprehensif tentang hak-hak perempuan dan anak, serta meningkatkan kesadaran akan bahaya dan pencegahan HIV-AIDS.
Hadir sebagai narasumber adalah Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manggarai Barat, Bernadus Barat Daya, Ketua Bidang Kepemudaan dan Antarlembaga DPC Pemuda Katolik Mabar, Kristoforus Toni Harjo, serta anggota DPRD Mabar, Inosensius Peni.
Barat Daya menekankan pentingnya pengetahuan yang akurat tentang penularan, pencegahan, dan penanganan HIV-AIDS.
Dia mengajak para pelajar untuk .jadi agen perubahan di lingkungan mereka dengan menyebarkan informasi yang benar dan menghilangkan stigma terhadap penderita.
“Pendidikan adalah kunci untuk melawan penyebaran HIV-AIDS. Kalian sebagai generasi muda memiliki peran vital dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari diskriminasi dan penuh kepedulian,” ujarnya.
Sedangkan Toni Harjo membawakan materi yang mengedukasi siswa tentang berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi yang kerap menimpa perempuan dan anak. Juga mendorong siswa-siswi berani menyuarakan kebenaran dan tidak menjadi korban atau pelaku dari bentuk-bentuk kekerasan itu.
“Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Kalian harus tahu hak-hak kalian dan berani laporkan jika melihat atau mengalami ketidakadilan,” tegasnya.
Sementara Peni memberikan pemahaman soal kerangka kebijakan Pemerintah Daerah untuk melindungi perempuan dan anak serta upaya penanggulangan HIV AIDS di tingkat daerah.
Wakil rakyat asal PAN itu juga mengajak para pelajar aktif berpartisipasi dalam mengawal implementasi kebijakan tersebut dan tidak ragu untuk memanfaatkan saluran pengaduan yang tersedia.
“Peran serta masyarakat, terutama kaum muda, sangat dibutuhkan dalam memastikan bahwa hak-hak perempuan dan anak benar-benar terpenuhi dan terlindungi,” katanya.
Kata dia, kegiatan yang dihadiri pelajar SLTA ini sangat bermanfaat bagi generasi muda, mengingat Manggarai Barat sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Ia mengusulkan agar kegiatan serupa dilaksanakan sekali lagi di sekolah yang lain di Kecamatan Lembor ketika ia reses di wilayah tersebut.
Antusiasme pelajar SMKN 1 Lembor Selatan saat itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
Mereka menunjukkan keingintahuan yang tinggi tentang bagaimana cara mencegah HIV-AIDS, bagaimana melaporkan kasus kekerasan, serta peran mereka sebagai remaja dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman.
Plt. Kepala SMKN 1 Lembor Selatan, Yohanes Sumio Edamura, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada KPA Mabar, Pemuda Katolik, dan Anggota DPRD Manggarai Barat atas inisiatif dan kolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini.
“Seminar ini adalah bekal berharga bagi siswa-siswi kami. Kami berharap mereka tidak hanya menjadi pelajar yang cerdas, tetapi juga warga negara yang peduli dan bertanggung jawab terhadap isu-isu sosial di sekitar mereka,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pelajar SMKN 1 Lembor Selatan mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak, serta bahaya HIV-AIDS, sehingga mereka dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat, aman, dan inklusif. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










