Meski Raih Tiga Poin, Tim Pelatih Maukaro Sebut Lini Depan Belum Maksimal - FloresPos Net

Meski Raih Tiga Poin, Tim Pelatih Maukaro Sebut Lini Depan Belum Maksimal

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 22:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Tim Kecamatan Maukaro meraih tiga poin atau poin penuh di laga perdananya saat menjamu Kecamatan Detukeli di Stadion Marilonga, Rabu (16/7/2025) malam.

Kecamatan Maukaro hanya mampu mencetak satu gol meski menguasai laga. Gol semata wayang itu dicetak saat laga baru berlangsung lima menit.

Hasil ini membuat tim pelatih terlihat sedikit kecewa dan akan melakukan evaluasi total di lini depan untuk laga selanjutnya.

“Tentu kami ingin tiga poin dan itu kami dapatkan tapi anak – anak belum maksimal khususnya di lini depan”.

Kata Primus, pelatih Maukaro FC usai laga. Dia mengatakan akan melakukan pembenahan pada lini depan saat laga kedua melawan Kecamatan Maurole.

“Grup kami cukup berat dan kami harus berbenah jelang laga melawan Kecamatan Maurole,” katanya.

Primus juga mengakui tim Kecamatan Detukeli tampil beda pada laga tersebut dan cukup disiplin menutup ruang di barisan pertahanan.

“Malam ini mereka tampil agak berbeda dengan saat melawan Nangapanda. Mungkin mereka belajar dari pertandingan pertama,” katanya.

Pelatih Kecamatan Detukeli, Marten mengatakan pada laga pertama anak asuhnya belum bermain maksimal dan terkesan agak canggung saat bermain.

Baca Juga :  Siswi SDK Yos Sudarso Berpidato Dalam Bahasa Inggris, Ini Tanggapan Mr. Dan Asal Filipina

Belajar dari kekalahan telak di laga pertama, tim pelatih melakukan evaluasi mendalam dan memberikan motivasi kepada pemain agar tetap semangat. Tim pelatih juga melakukan rotasi pemain  di beberapa lini pada laga tersebut.

“Pada match pertama anak-anak masih baru dan terlihat canggung. Di partai kedua mereka bermain maksimal meski kalah. Kami puas dengan daya juang mereka malam ini,” katanya.

Jalannya Laga

Laga baru berlangsung lima menit Kecamatan Maukaro langsung mencuri gol. Gol itu tercipta melalui skema tendangan bola mati. Pemain bernomor punggung 18 dari Kecamatan Maukaro bebas menyundul  bola dan membawa timnya unggul.

Setelah gol tersebut, tim Kecamatan Detukeli langsung keluar menyerang merespon ketertinggalan. Permainan bola panjang diterapkan anak-anak Detukeli dan membuat pemain belakang Maukaro harus berjibaku dan aduh kecepatan.

Anak-anak Detukeli sempat mengancam dengan tendangan dari luar kotak namun masih melebar dari gawang.

Lapangan tengah Maukaro yang diisi oleh tiga pemain sarat pengalaman, Wilman, Alfian dan Kresna kembali mengambil alih permainan.

Kolaborasi ketiga pemain dengan sentuhan bola pendek dan melakukan umpan terobosan masih bisa dibaca barisan pertahanan Detukeli.

Al hasil anak -anak Maukaro tak mampu menggandakan keunggulan hingga turun minum babak pertama.

Baca Juga :  Kepala Bapenda Ende Tegaskan Tidak Naikan PBB, Tetap Berlaku NJOP Lama

Beberapa penonton yang menyaksikan laga ini memberikan komentar bahwa secara materi tim Maukaro lebih diunggulkan namun anak-anak Detukeli tampil dengan motivasi dan daya juang yang berbeda dengan pertandingan perdananya saat melawan Kecamatan Nangapanda.

Anak-anak Detukeli tampil ngotot dengan presing maksimal menutup ruang gerak dari ketiga pemain tengah dan dua sayap Maukaro.

Masuk di babak kedua, PS Kecamatan Maukaro yang berambisi menang besar di laga ini menekan sejak menit awal. Mereka mengurung pertahanan Detukeli namun belum bisa mencetak gol hingga pertengahan laga.

Tim pelatih mencoba memasukkan tenaga baru untuk menambah daya gedor dan mengubah skema permainan. Strategi ini memberikan efek positif.

Anak- anak Kecamatan Maukaro berhasil mengeksploitasi pertahanan Detukeli dari tengah dan kedua sayap. Namun pemain depan belum bisa memaksimalkan peluang di mulut gawang.

Benteng Marilonga tetap kokoh dan tak memberi ruang untuk anak – anak Maukaro menambah gol.

Sang Kapten Maukaro, Alfian terlihat frustrasi setelah tiga kali tendangannya membentur mistar dan tiang gawang. Anak – anak Maukaro hanya mampu mencetak satu gol di laga ini.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa
Julie Laiskodat Dengarkan Keluhan Warga di Tenda Pengungsian dan Salurkan Sembako
IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Perluas Bantuan Ke Desa Terdampak di Wilayah Pedalaman Ngada NTT
Berita ini 169 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:30 WITA

Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa

Berita Terbaru

Opini

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:46 WITA