Puskesmas Ndetundora yang dilaksanakan pada 12 Juni 2025 dengan jumlah pasien dikunjungi sebanyak 5 Pasien, Puskesmas Kotabaru yang dilaksanakan pada 26 Juni 2025 dengan jumlah pasien dikunjungi sebanyak 8 Pasien, Puskesmas Saga yang dilaksanakan pada 30 Juni 2025 dengan jumlah pasien dikunjungi sebanyak 7 Pasien, Puskesmas Riaraja yang dilaksanakan pada 3 Juli 2025 dengan jumlah pasien dikunjungi sebanyak 8 Pasien.
Sementara beberapa pelaksana kegiatan ketika dihubungi secara terpisah menyampaikan bahwa kegiatan itu sangat mendukung program di Puskesmas mereka, karena biar bagaimanapun pasien butuh kehadiran dokter spesialis jiwa.
“Visitasi dokter jiwa sangat bagus karena langsung ke sasarannya. Kami juga berterima kasih karena dokternnya langsung mengunjungi ke rumah pasien dan diberikan resep secara langsung serta pemeriksaan kelengkapan status pasien jiwa yang seharusnya ada di puskesmas” tulis Kapus Wolojita, Lusia Kara.
“Dengan adanya kegiatan visitasi dokter spesialis jiwa kami merasa sangat bermanfaat buat ODGJ dan keluarga merasa adanya kepedulian dari pihak kesehatan khususnya dari dokter jiwa, dan di harapkan kegiatan ini tetap berkelanjutan,” ungkap Pengelola Keswa Wolojita: Regina Resi Tuke
“Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya kegiatan ini karena dokter spesialis secara langsung juga turut hadir dan melihat langsung pasien kami sehingga kami bisa langsung konsultasi tentang pasien-pasien kami. Saran kami kalau bisa kita tidak hanya sampai di visitasi saja, tapi kami minta kesediaan ibu dokter bisa dapat menerima konsultasi dari kami” tulis Pengelola Keswa Onekore: Maria Firmiyati Aga
“Dengan adanya Visitasi Dokter Pasien atau keluarga juga dapat secara langsung menyampaikan keluhan dan pertanyaan kepada dokter sehingga bisa memantau kondisi pasien secara langsung untuk dilihat prioritas penanganannya yang tepat” tulis Pengelola Keswa Rewarangga: Florensia Y. Bunga.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ende berharap bahwa program ini dapat meningkatkan deteksi dini kasus gangguan jiwa di masyarakat, memperkuat jejaring rujukan, serta menurunkan beban sosial akibat tidak tertanganinya pasien ODGJ secara berkelanjutan. *
Penulis : Djho Izmail (Kontributor)
Editor : Willy Aran










