Tarian Toja Bobu, Warisan Portugis di Sikka Dipentaskan di Timor Leste - FloresPos Net

Tarian Toja Bobu, Warisan Portugis di Sikka Dipentaskan di Timor Leste

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Karang Taruna (KT) Nibong Sikka asal Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mementaskan tarian Toja Bobu.

Tarian warisan bangsa Portugis di Sikka ini akan dipentaskan di Asian Portuguese Community Conference (APCC) di Timor Leste, kota Dili negara Timor Leste pada tanggal 27 hingga 29 Juni tahun 2025.

“Undangan untuk tampil dalam forum internasional ini merupakan suatu kebanggaan dan pengakuan terhadap upaya pelestarian budaya,” kata Ketua Karang Taruna Nibong Sikka, Honorarius Quintus Ebang, Rabu (25/6/2025).

Intus sapaannya mengatakan, APCC merupakan ajang dimana para pegiat seni dari bangsa Portugis menggali peninggalan sejarah kesenian peninggalan bangsanya saat perang zaman dahulu.

Ia memaparkan, selain KT Nibong Sikka, panitia juga mengundang Komunitas Keroncong Tugu Jakarta yang mana keduanya akan menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia yang berakar dari percampuran sejarah dan warisan kolonial.

“Berkat tarian Toja Bobu yang dipentaskan saat Festifal Mai Tama Natar Sikka tahun 2022 lalu dan dimuat di media sosial membuat panitia melihat dan mengundang kami untuk terlibat,” ucapnya.

Toja Bobu atau yang lebih singkat disebut Bobu merupakan penyebutan singkat atau penyebutan lain oleh orang Sikka atas “Festoja Dancanda Bobu”.

“Festoja Dancanda Bobu” terdiri dari kata bahasa Portugis yaitu: “Festoja/ Fiesta/ festa” berarti Pesta, “Dancanda/ Danca/ Dansa” berarti Menari, “Bobu” berarti Topeng. Jadi “Festoja Dancanda Bobu” berarti “Pesta Menari Topeng”.

Toja Bobu merupakan suatu sosio drama atau sendratari mengisahkan kisah seorang putri raja (Prinseja) yang dilamar/ diminang dengan cara diundi oleh 13 pemuda sebagai pengundi (serdado) dari berbagai macam profesi.

Baca Juga :  Pemda Sikka Diminta Mengoptimalkan Aset yang Dimiliki untuk Meningkatkan PAD

Ke 13 serdado yang mengundi untuk mendapatkan Prinseja yaitu:
1. Paintador/ Paintadur/ Pelukis
2. Doutor/ Doutur/ Dokter
3. Horeves/ Orewes/ Tukang Emas
4. Fidalgo/ Fidalgu/ Bangsawan
5. Grande Brevo/ Grangde Brewu/ Pemabuk Besar
6. Soldado/ Prajurit/ Tentara
7. Piloto/ Pilotu/ Pilot
8. Pescador/ Peskadur/ Nelayan
9. Jogador/ Jogadur/ Penjudi
10. Grande Conde/ Grangde Kongde/ bangsawan Besar
11. Conde Doce/ Kongde Doke/ Wakil Raja
12. Grande Prinspe/ Grangde Prinspe/ Putra Mahkota
13. Mercador/ Merkadur/ Pedagang/ Pengusaha

Masing-masing mereka memperdengarkan suara lewat nyanyian dalam undian dengan kata-kata yang menonjolkan hal-hal positif pribadinya berupa uang, harta benda, sifat-sifat serta keunggulannya.

Undian itu disampaikan dengan membawa Lenco kehadapan sang putri sambil menari dan menyanyikan kelebihan sosialnya yang dapat membahagiakan sang putri. Nyanyian yang digunakan seluruhnya dalam bahasa Portugis.

Pengundi/Ser-dado mengajukan lamaran dalam keadaan berbaris dengan melakukan gerakan terpimpin menurut irama lagu. Seluruh pengundi menggunakan pakaian Portugis, begitupun Prinseja.

Setiap undian yang disampaikan kepada Prinseja dibalas pula oleh Putri Raja dengan lagu pula oleh Juru Bicara Istana (Tara).

Setiap undian yang tidak diterima atau ditolak dengan cara mengembalikan Lenco kepada Pengundi oleh salah seorang dayang Prinseja. Seterusnya sampai dengan pelamar ke 12, dan ini menandakan bahwa undian ditolak/ tidak diterima.

Setiap kali undian dari Serdado yang ditolak, akan dibalas pula oleh para penari Bobu dengan gerakan tari yang mengolok-olok atau mengejek-ejek para Serdado atau Pengundi.

Baca Juga :  Sikka Berpeluang Jadi Tuan Rumah PON Cabang Olahraga Grass Track

Serdado terakhir adalah Mercador. Mercador juga memaparkan hal-hal positifnya misalnya beliau bekerja mencari uang dengan berjualan, namun banyak uang diberikan untuk membantu orang-orang.

Setelah memaparkan semuanya itu kepada Prinseja, selanjutnya langsung dijawab oleh Prinseja dengan melambai-lambaikan Lenconya serta dengan senyum simpulnya sebagai tanda beliau menerima undian Mercador.

Mercador membawa Lenconya kepada Prinseja namun selalu dihalang-halangi oleh penari-penari Bobu dengan gerakan yang mengalang-halangi dan ingin merebut dalam bentuk gerakan dan tarian seolah-olah ingin menyerangnya.

Namun dengan bersusah payah, Mercador berhasil melewati rintangan tersebut dan membawa Lenco kepada Prinseja, dan diterima.

Selanjutnya Lenco Mercador tidak dikembalikan, bahkan Prinseja melambai-lambaikan Lenco Mercador dan bergirang-girang dan Mercador langsung berdiri di samping Prinseja. Dengan demikian menandakan undian Mercador diterima.

Selanjutnya semua perserta Bobu (penari Bobu beserta para pengundi) bersukaria dengan pelbagai tingkah, misalnya menyanyi dan menari bersama, karena segera akan diadakan pesta perkawinan sang Putri Raja dengan Mercador.

Toja Bobu ini selalu dilaksanakan pada tanggal 26 Desember atau hari Natal kedua dan bisa sampai tanggal 31 Desember. Namun tarian peninggalan Portugis ini telah lama bahkan puluhan tahun tidak dipentaskan di kampung Sikka setiap tanggal 26 Desember.

Tanggal 26 Desember tahun 2022 merupakan tahun kembalinya Toja Bobu di kampung Sikka yang dipentaskan kembali saat Festival Mai Tama Natar Sikka yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Nibong Sikka. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 268 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA