LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kemauan pribadi warga Transmigrasi Lokal (Translok) Nggorang Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT untuk menunda pemberlakuan rekening meteran bulanan air minum adalah hal yang tak mungkin. Karena itu hasil kesepakatan bersama warga setempat.
“Tidak mungkin keinginan pribadi membatalkan kesepakatan bersama masyarakat di sana. Sembilan puluh sembilan persen koma sekian-sekian masyarakat Translok menginginkan itu (rekening air),” kata Direktur Perusahan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling Mabar, Aurelius Hubertus Endo menanggapi media ini di Labuan Bajo, Senin (23/6/2025).
Perumda Wae Mbeliling sebelumnya bernama Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling. Macang Tanggar adalah induk dari Desa Persiapan Golo Tanggar yang wilayahnya mencakupi Translok Nggorang.
Sebelumnya, Nobertus Ludi, warga Translok Nggorang, Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo Mabar minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, dalam hal ini Perumda Wae Mbeliling, agar pemberlakuan rekening bulanan air minum bagi warga Translok Ngggorang sebaiknya ditunda hingga ekonomi mereka mapan.
“Saya pribadi sebaiknya ditunda dulu, tunggu saya setengah kaya baru pemerintah atau pihak yang urus air minum minta rekening bulanan. Sekarang saya masih miskin, belum bisa bayar rekening bulanan air itu,” kata Ludi.
Bujang yang tinggal di Blok A Translok Nggorang itu, mengatakan, sepertinya ada pihak-pihak di Translok Nggorang beberapa waktu lalu datang di Pemda Mabar di Labuan Bajo minta pemberlakuan rekening bulanan air minum bersih di Translok Nggorang.
“Tetapi saya pribadi itu tadi, sebaiknya ditunda dulu, tunggu ekonomi masyarakat di sana mapan, setengah kaya dulu kalau saya,” ujar Ludi.
Menurut Endo, sampai saat itu belum ada pemberlakuan rekening bulanan air minum untuk masyarakat di Translok Nggorang. Tetapi sudah ada kesepakatan bersama warga di sana dengan PDAM Wae Mbeliling untuk rekening bulanan air minum tersebut. Tidak mungkin kemauan pribadi itu membatalkan kesepakatan bersama warga di sana. Rekening bulanan itu untuk biaya perbaikan kalau ada pipa yang rusak.
“Tetapi tidak apa-apa. Itu hak dia berbicara, berpendapat. Mari kita duduk bersama. Caritahu apa masalahnya dia, kita selesaikan bersama,” tutup Endo. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










