Erupsi Gunung Lewotobi, Dinkes Sikka Evakuasi Pasien ke Lokasi Aman

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak semalam, Selasa (17/6/2025) melakukan evakuasi pasien dari Puskesmas.

Pasien yang dievakuasi berasal dari Puskesmas Boganatar yang berada di dekat perbatasan Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka serta Puskesmas Watubaing yang semuanya ada di Kecamatan Talibura.

“Tadi malam sudah diantisipasi sehingga pasien yang dirawat di Puskesmas Boganatar kita usahakan dievakuasi tadi malam sampai dengan jam 2 pagi,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Rabu (18/6/2025).

Petrus mengatakan, sebanyak 25 pasien harus dievakuasi dimana 24 pasien berasal dari Puskesmas Boganatar di Desa Kringa dan 1 pasien dari Puskesmas Watubaing di Desa Talibura.

Sebanyak 23 pasien terdiri dari 4 bayi, 3 orang ibu menyusui, 5 orang anak dan 11 orang dewasa diungsikan ke Rumah Tunggu Kelahiran Kabupaten sedangkan seorang ibu yang sudah melahirkan dengan bayinya dievakuasi ke Puskesmas Beru.

“Ada satu pasien umum dari Puskesmas Watubaing, Kecamatan Talibura dievakuasi dan dirawat di Puskesmas Waigete, Kecamatan Waigete,” sebutnya.

Petrus menyebutkan, kondisi dari semalam sampai pagi ini, Rabu (18/6/2025) sebanyak 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka semuanya terdampak abu vulkanik.

Baca Juga :  Ombudsman NTT Temukan Uji Kendaraan Bermotor di Kabupaten Kupang Masih Berbayar

Ia mengatakan, yang dikuatirkan kalau tidak ditangani dengan segera maka kedepannya pasti ada penyakit yang timbul di warga dimana yang pertama itu pasti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Lanjutnya, setelah itu, selang seminggu ke depan, biasanya gejalanya adalah diare karena ada konsumsi makanan yang terkena debu vulkanik dan tidak dicuci bersih dan ada pencemaran di lingkungannya.

“Kita antisipasi yang pertama untuk segera, membagi masker ke warga.Sisa masker di Dinas Kesehatan sebanyak 10.150 lembar dan itu bisa bertahan selama 2 sampai 3 hari ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu sebut Petrus, laporan dari BPBD Sikka menyebutkan terdapat sekitar 20.000 masker yang mereka miliki dan itu tidak lama akan habis kalau kita pakai tanpa selektif.

Dinkes Sikka juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan menghimbau warga untuk selalu berada di rumah kalau tidak terlalu urgen untuk keluar rumah dan kalau terpaksa keluar rumah harus memakai masker.

Baca Juga :  Arnoldus Wea Apresiasi Kemenangan Golkar di Ngada

Kemudian untuk menjaga kualitas air, sebanyak 3 tim Dinkes Sikka sudah diterjunkan ke lokasi Puskesmas Boganatar, Watubaing di Kecamatan Talibura dan Puskesmas Tanarawa di Kecamatan Waiblama.

“Tim gerak cepatnya Dinas Kesehatan juga diterjunkan memperkuat Puskesmas untuk melayani kesehatan warga dari rumah ke rumah,” paparnya.

Petrus beralasan, bila harus memobilisasi warga ke Puskesmas dalam kondisi debu yang cukup luar biasa ini, yang kita kuatirkan bukan orang tambah sehat, tetapi tambah sakit, sehingga tim turun untuk melayani warga dari rumah ke rumah.

Tim juga sementara mendata di seluruh Puskesmas terkait dampak yang paling krusial yakni ibu hamil, ibu menyusui serta bayi dan balita supaya bisa diantisipasi dan didampingi kelompok-kelompok rentan ini.

“Jangan sampai ada hal yang kurang kita inginkan akan terjadi selama tiga hari ke depannya nanti.Resiko ini akan kita lihat dampaknya tiga hari setelah erupsi kemarin,” ungkapnya.

Petrus mengatakan, sekitar hari Sabtu atau Minggu mungkin sudah bisa dilihat ada yang mulai terkena penyakit ISPA atau penyakit-penyakit kulit lainnya dan mungkin disertai dengan diare. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka
Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025
Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi
Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN
Ombudsman NTT Tegaskan–Pasien JKN Tidak Boleh Jadi Korban
Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi
ASN di Sikka Dilarang Berbelanja di Pasar Ilegal–‘Kita Mulai dari Diri Kita, Aparat Pemerintah’
Pemda Sikka Tata Pasar Alok, Aktifitas Pasar Bisa Sampai Malam Hari
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:29 WITA

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:00 WITA

Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:12 WITA

Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:31 WITA

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:33 WITA

Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi

Berita Terbaru

Bentara Net

Menata Ekonomi Lokal

Sabtu, 13 Des 2025 - 08:33 WITA

Nusa Bunga

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

Jumat, 12 Des 2025 - 21:31 WITA