Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan di Ende Demo Tolak Proyek Geothermal - FloresPos Net

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan di Ende Demo Tolak Proyek Geothermal

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Para pastor, kelompok biara, organisasi masyarakat dan kelompok kategorial serta perwakilan umat dari 39 paroki dan stasi di Kevikepan Ende, Keuskupan Agung Ende yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup menggelar aksi di hari memperingati lingkungan hidup sedunia, Kamis (5/6/2025).

Aksi tersebut digelar untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan dari ancaman pembangunan yang merusak lingkungan dan bumi.

Aksi damai yang dilakukan dengan tujuan menolak proyek geothermal atau panas bumi. Pasalnya saat ini Pulau Flores telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM sebagai pulau panas bumi.

Untuk Kabupaten Ende sendiri saat ini ada lima titik baru yang masuk dalam rencana pembangunan proyek Geothermal yaitu Kombandaru, Detusoko, Jopu, Ndori dan Lesugolo selain satu titik yang sudah dibangun beberapa tahun lalu yaitu di wilayah Sokoria yang dikelola oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI).

Aksi damai menolak Geothermal itu mengambil titik star di Gereja Paroki Mautapaga, jalan Gatot Soebroto.

Massa aksi damai kemudian berjalan kaki menuju ke gedung DPRD Ende jalan El Tari Kota Ende dan akan melanjutkan aksi di Kantor Bupati Ende.

Masa aksi membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan menolak program Geothermal di wilayah Keuskupan Agung Ende umumnya dan khususnya di Kabupaten Ende.

Baca Juga :  Reuni Akbar, Ini Komitmen IAS Untuk Almamater SMAK Syuradikara

Vikep Ende, Keuskupan Agung Ende, RD Edi Dopo kepada wartawan mengatakan hari ini dunia memperingati hari lingkungan dan gereja Keuskupan Agung Ende juga mengambil bagian melakukan gerakan.

Gereja mengambil bagian melakukan gerakan karena menginginkan masyarakat Ende merefleksi tentang pentingnya lingkungan hidup.

Kata RD Edi Dopo lingkungan hidup yang diperjuangkan tidak sebatas masalah sampah tetapi kerusakan lingkungan hidup yang terjadi karena ulah manusia.

“Poin ini yang kita perjuangkan bersama seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah ini”.

Poin tuntutan dalam aksi ini antara lain massa aksi  mengajak wakil rakyat dan pemerintah daerah melihat kembali SK Menteri ESDM yang menetapkan Pulau Flores sebagai Pulau Geothermal.

Mengapa demikian karena kita melihat beberapa aspek yang harus dipertimbangkan karena Pulau Flores dan Ende khususnya topografinya gunung- gunung sedikit menyisahkan lahan untuk pertanian dan pemukiman penduduk.

Dan dampak dari pengeboran Geothermal ini akan merusak stabilitas tanah yang mengganggu kehidupan penduduk.

Dari aspek matapencaharian hampir 80% penduduk Ende Lio dan Keuskupan Agung Ende adalah petani dan sangat bergantung pada alam, tanah, air serta hutan.

Dari aspek sosial budaya
Kita tau bahwa seluruh aktivitas sosial budaya yang terjadi oleh mosalaki di setiap kampung selalu berkaitan erat dengan tanah dan alam.

Baca Juga :  Reses di Desa Nuaone Detusoko, Nando Watu Dorong Pemdes Selesaikan Masalah Adminduk

Dari aspek ekonomi, kami melihat dan mendengarkan dari masyarakat dampak dari proyek Geothermal ini berdampak pada kerusakan tanaman umur panjang yang menjadi kekhasan masyarakat. Selain itu mata  air juga terganggu.

“Itu yang kita perjuangkan dan kami tawarkan energi baru dan terbarukan itu tidak hanya Geothermal”.

Romo Edi mengatakan gereja tidak menolak Geothermal tetapi untuk konteks Flores khususnya Keuskupan Agung Ende, Geothermal kurang pas. Ada solusi lain energi baru dan terbarukan itu bisa air, bisa angin, matahari dan bisa biomasa.

“Kami tidak anti listrik, jangan salah persepsi, kita tidak anti listrik tapi mau mengajak agar pembangunan energi baru dan terbarukan itu mengganggu ekosistem sosial, budaya dan ekonomi yang paling penting adalah persatuan dan kesatuan masyarakat”.

Saat berita ini ditayangkan perwakilan massa aksi damai yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Ende, Keuskupan Agung Ende sedang berdialog dengan Ketua dan Anggota DPRD Ende.

Massa aksi yang turun dalam aksi ini diperkirakan sekitar dua ribu lebih orang. Massa aksi terlihat tetap bertahan si halaman kantor DPRD Ende meski diguyur hujan.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan
Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Berita ini 835 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:57 WITA

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen

Senin, 28 September 2026 - 19:47 WITA

182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong

Senin, 28 September 2026 - 13:42 WITA

Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan

Senin, 28 September 2026 - 13:39 WITA

Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:57 WITA

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA