Menkes: Laki-laki yang Ukuran Celananya 33 Lebih Cepat Menghadap Allah - FloresPos Net

Menkes: Laki-laki yang Ukuran Celananya 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 07:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA, FLORESPOS.net – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kesehatan agar terhindar dari penyakit berbahaya sehingga bisa hidup sehat sampai usia lanjut.

Salah satu indikator utama yang ia soroti adalah soal ukuran lingkar pinggang. Ia menilai batas lingkar pinggang yang ideal untuk pria adalah di bawah 90 cm, sedangkan untuk wanita di bawah 80 cm.

Budi menyebut ukuran celana jeans bisa menjadi patokan sederhana untuk mengukur risiko obesitas.

“Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33 sudah pasti obesitas. Itu menghadap Allahnya lebih cepat dibandingkan yang celana jeansnya 32,” ujar Budi saat menghadiri peluncuran tiga layanan kesehatan baru bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung di Rusun Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

Budi menekankan bahwa pesan yang ia sampaikan bukan bermaksud untuk body shaming, tetapi lebih kepada kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Katarina Lamun, Baik Sekali Pemerintah Kasih Geratis Kedelai

“Saya bukannya body shaming, tapi emang artinya begitu. Aku di sini sudah hafal, sudah lihat siapa yang di atas, siapa yang di bawah. Menterinya aja masih di atas nih, masih agak obesitas,” kata Budi.

Untuk itu, Budi meminta Pasukan Putih untuk memperhatikan kondisi berat badan masyarakat agar tidak terkena penyakit berisiko dan bisa berumur panjang.

“Tolong petugas putih kenapa warnanya putih? Karena warna putih kan warna surgawi. Itu tugasnya adalah supaya masuk surgawinya ya 99 tahun lah. Jangan umur 60, 58, 59 sudah masuk ke sana (surga),” ungkap Budi.

Budi juga menyoroti fakta bahwa meskipun angka harapan hidup di Indonesia mencapai 74 tahun, rata-rata usia sehat masyarakat Indonesia hanya 62 tahun.

Artinya, banyak orang yang hidupnya terhambat oleh penyakit kronis, di antaranya stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal di usia senja. Ia menceritakan pengalaman pribadi tentang ibunya yang meninggal pada usia 79 tahun setelah menderita stroke sejak usia 65 tahun.

Baca Juga :  "Menggila" Efek Event Picnic Over The Hill Parapuar Mabar

Kondisi tersebut membuat sang ibu tidak bisa beraktivitas secara normal dan harus menjalani cuci darah.

Agar masyarakat berumur panjang dan terbebas dari penyakit, Budi mengingatkan masyarakat agar menerapkan empat pilar hidup sehat, misalnya, tidur cukup, mengikuti anjuran pola makan sehat dengan makan sebelum kenyang seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, berolahraga lima kali seminggu selama 30 menit, dan menghindari stres yang berlebihan.

Budi juga berpesan kepada Pasukan Putih selaku tenaga kesehatan yang bertugas menjaga kesehatan warga Jakarta, untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat.

“Semua rakyat DKI itu kalau bisa wafatnya di atas 74 dan sehat terus. Jadi begitu wafat bisa dipanggil sama Allah tidak pake sakit, besoknya langsung wafat,” ujar Budi.*

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA