Ombudsman NTT Minta Pemda Sikka Atasi Ketiadaan Dokter Anestesi - FloresPos Net

Ombudsman NTT Minta Pemda Sikka Atasi Ketiadaan Dokter Anestesi

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025 - 19:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD TC. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT

RSUD TC. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT

MAUMERE, FLORESPOS.net-Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti terjadinya kasus kematian ibu hamil almarhumah Maria Yunita (36) dan bayi dalam kandungannya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD TC Hillers Maumere, Rabu (9/4/2025) malam.

Kepala Perwakilan Ombudsman NTT Darius Beda Daton saat dihubungi Florespos.net, Kamis (10/4/2025) menyebutkan, dirinya telah menghubungi pemangku kepentingan di Kabupaten Sikka menanyakan kasus ini.

Ia mengatakan, dugaan sementara salah satu sebab kematian ibu dan anak adalah karena tidak adanya dokter anestesi di RSUD TC Hillers, rumah sakit miliki Pemda Sikka.

Dirinya pun telah menelepon Kadis Kesehatan Sikka, Direktur RSUD TC Hillers Maumere dan Kepala BPJS Cabang Maumere guna menyampaikan beberapa hal terkait kasus ini.

“Kami telah menerima informasi bahwa sejak bulan Januari 2025, RSUD TC Hillers Maumere tidak lagi memiliki dokter anestesi karena mengundurkan diri,” sebutnya.

Darius mengatakan, untuk itu pihaknya meminta manajemen RSUD TC Hillers Maumere memenuhi standar minimum jumlah dan kualifikasi SDM tenaga kesehatan termasuk dokter anestesi sebagai spesialis penunjang untuk rumah sakit kelas C.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat dua orang dokter anestesi yang melayani di RS Swasta Lela Kabupaten Sikka yaitu dr. Yosefina Hermiyanti Tri Lestari Djati, Sp.An dan dr. Remidazon Rudolfus Riba, Sp.An.

Baca Juga :  283 CPNS Nagekeo Terima SK Pengangkatan

Dirinya meminta Pemda Sikka agar sebisa mungkin diupayakan kedua dokter ini bersedia melayani di RSUD Tc. Hillers agar hak para pasien untuk dilayani sesuai standar pelayanan RSUD kelas C tidak terabaikan.

“Ketiadaan dokter anestesi menyebabkan tindakan operasi sekecil apapun bagi masyarakat Kabupaten Sikka tidak bisa dilakukan di RSUD TC Hillers dan harus dirujuk ke rumah sakit lain di dalam dan di luar Kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Darius menegaskan, ketiadaan dokter anestesi ini menjadi masalah tersendiri bagi pasien darurat yang membutuhkan pertolongan cepat dengan tindakan operasi.

Kepada Kepala BPJS Cabang Maumere, pihaknya minta agar memastikan semua rumah sakit yang melakukan kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) memenuhi syarat jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan sesuai kelas rumah sakit. Termasuk melaksanakan Janji Layanan Jaminan Kesehatan Nasional secara optimal.

Lanjutnya, bilamana saat dilakukan kredensialing terdapat rumah sakit yang belum memenuhi standar minimum jumlah dan kualifikasi SDM tenaga kesehatan agar diingatkan wajib memenuhi syarat itu sebelum tanda tangan perjanjian kerja sama dilaksanakan.

Baca Juga :  20 Tahun Berdiri, Unipa Maumere Telah Melahirkan Puluhan Doktor

Kepada Kepala Dinas Kesehatan, pihaknya meminta agar membantu mempercepat proses penetapan Surat Ijin Praktek (SIP) bilamana dua dokter anestesi di rumah sakit swasta di Sikka bersedia melayani di RSUD Tc Hillers.

“Semua pihak menyatakan kesediaannya untuk saling berkoordinasi dan terus berupaya memproses secara cepat SIP dokter anestesi jika ada permohonan ijin praktek,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, dirinya sedang melakukan koordinasi dengan pihak RS St. Gabriel Kewapante agar dokter anestesinya bisa melayani di RSUD TC Hillers Maumere.

Petrus menyebutkan, kondisi saat ini di Kabupaten Sikka terdapat 62 orang ibu hamil dengan resiko tinggi dan memiliki potensi melahirkan melalui operasi caesar.

Lanjutnya, total sudah ada 2 ibu hamil bersama anaknya yang meninggal dunia di RS  TC Hillers Maumere serta seorang pasien laki-laki yang harus menjalani operasi.

“Saya sore ini akan ke rumah sakit Kewapante untuk berbicara dari hati ke hati dan mudah-mudahan dokter anestesinya bisa bersedia bertugas juga melayani pasien di RS TC Hillers,” ucapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Ende Tegaskan Buruh Jangan Takut Laporkan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Pemerintah
Dinas Transnaker Ungkap Alasan Upah Pekerja di Ende Jauh dari UMP
Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf
Hari Buruh di Flores Timur–Buruh Tulang Punggung Perekonomian dan Pilar Utama Pembangunan
Hari Buruh, Bupati Ende Tekankan Upah, Kenyamanan Pekerja dan Jam Kerja
Masih Banyak Pekerja di Sikka Mendapat Upah Tak Sesuai UMR
Polres Ende Hadirkan Pos Pol Airud di Desa Keliwumbu
Peringati May Day, Bupati Sikka Tegaskan Tidak Boleh Ada Buruh yang Tertinggal Dalam Kesejahteraan
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:51 WITA

Bupati Ende Tegaskan Buruh Jangan Takut Laporkan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Pemerintah

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:50 WITA

Dinas Transnaker Ungkap Alasan Upah Pekerja di Ende Jauh dari UMP

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:02 WITA

Hari Buruh di Flores Timur–Buruh Tulang Punggung Perekonomian dan Pilar Utama Pembangunan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:17 WITA

Hari Buruh, Bupati Ende Tekankan Upah, Kenyamanan Pekerja dan Jam Kerja

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA