Forum Pemerhati Medsos Nian Sikka Laporkan Admin Grup FPRS ke Polres Sikka - FloresPos Net

Forum Pemerhati Medsos Nian Sikka Laporkan Admin Grup FPRS ke Polres Sikka

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE FLORESPOS.net-Forum Pemerhati Media Sosial Nian Sikka mendatangi Mapolres Sikka guna melaporkan 22 akun media sosial Facebook dan admin grup Facebook Forum Peduli Rakyat Sikka (FPRS) terkait dugaan pencemaran nama baik.

Forum ini menyebutkan admin grup FPRS sengaja membiarkan postingan pencemaran nama baik dan bully di grup media sosial ini padahal di grup ini ada aturan yang melarangnya.

“Kami melihat ini didesain secara baik oleh beberapa orang dan dugaan ada flyer yang dibuat dan ada orang yang menindaklanjutinya (follow up),” sebut Adeodatus Maring, Sekertaris Forum Pemerhati Media Sosial Nian Sikka, Selasa (8/4/2025).

Adeodatus mengatakan,ada satu akun asli bernama Firdaus terdeteksi berada di Kecamatan Kewapante dan pihaknya melihat dalam sehari terdapat 10 hingga lebih postingan yang sudah tidak etis.

Ia menegaskan pihaknya sebagai pegiat media sosial melihat di Flores ada banyak grup diskusi publik di media sosial Facebook namun di Kabupaten Sikka postingan di media sosial sudah tidak etis.

“Kami merasa ketika masyarakat membuat kritikan terhadap program kerja pemerintah itu sah-sah saja tetapi kalau sudah mengarah kepada serangan pribadi itu sudah tidak etis,” ujarnya.

Ketua Forum Pemerhati Media Sosial Nian Sikka,Satrianus Cawa menambahkan ada dugaan pencemaran nama baik dan tindakan bully melalui postingan di media sosial facebook FPRS yang jumlah anggotanya sebanyak 235,8 ribu anggota.

Baca Juga :  PKK Sikka Inisiasi Deklarasi Stop Kekerasan Terhadap Anak di Satuan Pendidikan

Satrianus mengharapkan agar Polres Sikka segera memanggil admin grup media sosial Facebook FPRS dan akun-akun yang dilaporkan secara resmi ke Polres Sikka untuk dimintai klarifikasi.

“Laporan yang kami buat ke Polres Sikka secara resmi ini ditembuskan juga ke Polda NTT dan Mabes Polri. Kami akan terus memantau dan apabila tidak ada tindakan maka kami akan teruskan laporan ini ke Polda dan Mabes Polri,” ujarnya.

Satrianus menyebutkan, beberapa bulan terakhir ini pihaknya mencermati adanya peningkatan signifikan dalam penyebaran ujaran kebencian, hoaks dan narasi provokatif dan terindikasi pencemaran nama baik.

Ia mengatakan, postingan ini terdapat di berbagai grup diskusi Facebook lokal Kabupaten Sikka, khususnya yang mengarah kepada Bupati dan Wakil Bupati Sikka.

Menurutnya,fenomena ini bukan hanya merusak citra pribadi pemimpin daerah, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat serta mengganggu stabilitas sosial-politik di tingkat lokal.

“Kami menyesalkan penyalahgunaan kebebasan berpendapat di media sosial dan menyayangkan maraknya narasi yang mengarah pada penghinaan, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, serta serangan personal terhadap kepala daerah,” tuturnya.

Satrianus menyesalkan penyalahgunaan ruang publik ini yang telah mencederai nilai-nilai demokrasi dan hak kebebasan berpendapat yang sehat dan bermartabat.

Pihaknya pun mendorong tanggung jawab moral, etis dan hukum dari admin grup diskusi Facebook FPRS terkait dengan maraknya postingan yang mengandung unsur hoaks, perundungan, dan penghinaan terhadap Bupati Sikka.

Baca Juga :  Prakiraan BMKG:Wilayah NTT Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 8-9 Juni 2024

Ia menyampaikan keprihatinan dan keberatan atas sikap Admin Grup FPRS yang secara sengaja meloloskan dan membiarkan konten-konten tersebut tayang di ruang publik digital.

Padahal, kata dia, sebagaimana diketahui, Admin Grup FPRS telah menetapkan 10 poin aturan yang seharusnya menjadi pedoman dalam menjaga etika, kesantunan, dan kualitas diskusi di dalam grup.

“Namun kenyataannya, aturan-aturan tersebut diabaikan, sehingga grup justru menjadi ruang bebas tanpa kendali untuk menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, serta serangan pribadi yang tidak berdasar,” terangnya.

Forum Pemerhati Media Sosial Nian Sikka mengecam keras tindakan pembiaran oleh Admin Grup FPRS terhadap postingan yang memuat hoaks, perundungan, dan penghinaan terhadap Bupati Sikka.

Satrianus mengakui pihaknya menuntut Admin Grup FPRS untuk bertanggung jawab secara moral, etis dan hukum atas dampak dari konten yang mereka loloskan serta mendesak Admin Grup FPRS untuk menegakkan 10 poin aturan grup secara konsisten dan tanpa tebang pilih.

Pihaknya juga mendukung upaya hukum jika tindakan ini masuk dalam kategori pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan indikasi melakukan pencemaran nama baik terhadap pejabat publik maupun masyarakat.

“Admin kami mintai pertanggungjawaban secara hukum karena sebagai pihak yang ikut serta atau lalai menjaga ruang digital yang dikelolanya, atau ada pembiaran aktif,” paparnya. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WITA

Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Berita Terbaru

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA