ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda telah menyampaikan pidato perdananya di hadapan DPRD Ende dalam rapat paripurna di ruang rapat paripurna kantor DPRD Ende, Kamis (6/3/2025) pagi.
Rapat Paripurna Pidato Perdana Bupati Ende periode 2025-2030 dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso.
Bupati Ende pada kesempatan itu menyampaikan beberapa agenda dalam program seratus hari kerjanya bersama wakil bupati Dr Domi Mere.
Salah satu program yang menjadi prioritas Bupati Yosef Badeoda dan Dr Domi Mere dalam seratus hari kerja yaitu audit dan evaluasi manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kelimutu dan Badan Layanan Umum (BLUD) RSUD Ende.
Kepada wartawan usai pidato perdana, Yosef Badeoda menegaskan audit dan evaluasi ini untuk mengetahui kondisi awal dari Perumda dan BLUD RSUD Ende.
“Kita pingin kinerja yang lebih baik maka harus tahu kondisi awal dari BLUD dan Perumda. Kita harus dapatkan kondisi awalnya untuk mulai melakukan pembenahan,” katanya.
Yosef mengatakan kedua badan usaha milik daerah ini kedepannya harus memiliki prospek yang baik dan bisa memberikan keuntungan bagi daerah.
“Saya kira harus ditingkatkan dan harus untunglah,” katanya.
Proses audit dan evaluasi tersebut sedang berjalan. Perangkatnya sudah mulai bekerja atas perintah bupati dan wakil bupati.
Hasil dari audit dan evaluasi itu akan dibahas dan kemungkinan akan dilakukan pergantian manajemen untuk penyegaran.
“Kita akan bahas, mungkin ganti manajemen tapi bukan balas dendam. Kita pingin adanya penyegaran,” kata Yosef Badeoda didampingi Wabup Domi Mere.
Anggota DPRD Ende, Sabri Indradewa mengatakan audit dan evaluasi yang dilakukan Bupati dan Wabup adalah sesuatu yang lumrah sebelum keduanya menjalankan roda pemerintahan.
Ia menambahkan audit dan evaluasi yang dilakukan oleh bupati dan wabup bukan mencari kesalahan tetapi untuk penyegaran.
“Itu hal yang lumrah karena beliau berdua harus mendapatkan gambaran kondisi rill dan aset dari Perumda Tirta Kelimutu dan BLUD RSUD Ende untuk mulai melakukan pembenahan,” katanya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










