ENDE, FLORESPOS.net-Satu bulan terakhir Pemerintah Kabupaten Ende melalui Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan melakukan penertiban pedagang Pasar Wolowona dan Pasar Mbongawani.
Penertiban yang dilakukan itu diapresiasi oleh warga karena pasar terlihat rapih dan arus lalu lintas kendaraan pun tidak macet seperti sebelumnya.
Aksi yang dilakukan oleh pemerintah melalui OPD terkait juga mendapatkan tanggapan dari anggota DPRD Ende, Ferdinandus Watu.
Kepada Florespos.net, Senin (17/2/2025l, Nando Watu mengharapkan penertiban dan penataan juga dilakukan ke pasar yang ada di kecamatan khusus pasar yang terletak di jalan.
Politisi PDIP itu mendorong pemerintah melalui instrumen terkait melakukan penertiban dan penataan hingga ke pasar yang terletak di kecamatan khususnya pada hari pasar.
Dikatakannya, pasar mingguan yang berada di kecamatan khusus yang di dekat jalan saat hari pasar sering mengganggu arus lalu lintas karena para pedagang di pasar berjualan hingga ke bahu jalan.
Misalnya, sebut Nando, di Pasar Detusoko yang terletak di pusat kecamatan saat hari pasar pedagang berjualan di bahu jalan bahkan hingga ke badan jalan pada hal banyak lapak dan los pasar yang kosong.
“Pasar Detusoko itu satu minggu tiga kali yaitu hari Selasa, Rabu dan Sabtu lebih ramai pada hari Rabu. Di situ kita lihat pedagang berjualan hingga ke badan jalan dan arus lalu lintas di jalur itu selalu macet,” katanya.
Dengan kondisi seperti ini, kata Nando, sebagai warga Detusoko dan anggota DPRD Ende ia mengharapkan agar pemerintah melakukan penertiban dan penataan hingga ke pasar yang berada di kecamatan khusus hari pasar.
“Jangan hanya di kota saja tetapi harus dilakukan juga di pasar kecamatan saat hari pasar. Pemerintah hadir dan mengarahkan pedagang tempati lapak dan los pasar yang disiapkan untuk mencegah terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas,” kata Nando.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










