Mengenal Kebun Adat Etnis Tana Ai di Sikka - FloresPos Net - Page 2

Mengenal Kebun Adat Etnis Tana Ai di Sikka

- Jurnalis

Minggu, 16 Februari 2025 - 20:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebun Adat di Kampung Wairbou, Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT. (FOTO: EBED DE ROSARY)

Kebun Adat di Kampung Wairbou, Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT. (FOTO: EBED DE ROSARY)

Rafael memaparkan, ritual berikutnya, Roa dimana kayu-kayu besar mulai ditebang meski dari segi lingkungan hidup apa yang dilakukan ini tidak baik.

Tetapi kata dia, bila pepohonan besar dibiarkan ada maka akan menaungi tanaman pokok padi dan jagung sehingga tidak akan tumbuh optimal.

Setelah kayu dan dedaunan dijemur hingga kering selama 2 bulan, sekitar bulan September baru dibakar.

“Ritual berikutnya dinamakan Tege, membersihkan kayu sisa pembakaran lalu menunggu musim hujan untuk mulai menanam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Riwayat Sakit Romo Beny: Gangguan Ginjal, Jantung, dan Paru-paru

Rafael mengatakan, setelah turun hujan maka musim tanam dimulai dan rerumputan di ladang mulai dibersihkan dan benih dari lumbung diturunkan lalu ditanam menggunakan tugal.

Padi ladang yang ditanam biasanya berumur 90-120 hari sudah bisa dipanen dan disisahkan terlebih dahulu untuk benih bagi musim tanam berikutnya.

“Kalau dulu Oktober sudah tanam karena curah hujan teratur. Biasanya tetua adat membaca tanda alam dengan banyaknya laron,pertanda orang mulai tanam,” ucapnya.

Baca Juga :  Penertiban Rokok Ilegal di Flores Timur, Pemkab Sebut Belum Ada Respon dari Kantor Bea dan Cukai

Hormati Orang Yang Meninggal

Kebun adat juga dibuka sebagai bentuk penghormatan kepada arwah orang yang sudah meninggal karena mereka juga berjasa dalam membuka kebun dan bertani.

Hiong menyebutkan, kebun yang dibuka untuk penghormatan orang yang sudah meninggal dinamakan Uma Ramut sementara ritual adatnya bernama Peda Ramut.

“Waktu meninggal dilakukan ritual adat dengan mengukur panjangnya mayat untuk membuat peti dan menggali kubur. Petugas tersebut dinamakan Sidak,” terangnya.

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat
Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat
Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar
Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Turnamen Futsal
HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay
Dampak Penertiban, Pedagang Pasar Alok Minta Pemerintah Ganti Rugi Barang Yang Rusak
Sambut Kison Kogoya, Ketua Yapertif Warning Dosen; Jangan Persulit Mahasiswa yang Harumkan Nama Kampus
Literasi Menguatkan Karakter, Hifni Djafar Motivasi Siswa SMPN Satap Ekoreko
Berita ini 454 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:49 WITA

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Juni 2026 - 12:27 WITA

Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:53 WITA

Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:29 WITA

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Turnamen Futsal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:58 WITA

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Berita Terbaru

Ekonomi

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Jun 2026 - 13:49 WITA

Nusa Bunga

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Sabtu, 13 Jun 2026 - 23:58 WITA