Rafael memaparkan, ritual berikutnya, Roa dimana kayu-kayu besar mulai ditebang meski dari segi lingkungan hidup apa yang dilakukan ini tidak baik.
Tetapi kata dia, bila pepohonan besar dibiarkan ada maka akan menaungi tanaman pokok padi dan jagung sehingga tidak akan tumbuh optimal.
Setelah kayu dan dedaunan dijemur hingga kering selama 2 bulan, sekitar bulan September baru dibakar.
“Ritual berikutnya dinamakan Tege, membersihkan kayu sisa pembakaran lalu menunggu musim hujan untuk mulai menanam,” ungkapnya.
Rafael mengatakan, setelah turun hujan maka musim tanam dimulai dan rerumputan di ladang mulai dibersihkan dan benih dari lumbung diturunkan lalu ditanam menggunakan tugal.
Padi ladang yang ditanam biasanya berumur 90-120 hari sudah bisa dipanen dan disisahkan terlebih dahulu untuk benih bagi musim tanam berikutnya.
“Kalau dulu Oktober sudah tanam karena curah hujan teratur. Biasanya tetua adat membaca tanda alam dengan banyaknya laron,pertanda orang mulai tanam,” ucapnya.
Hormati Orang Yang Meninggal
Kebun adat juga dibuka sebagai bentuk penghormatan kepada arwah orang yang sudah meninggal karena mereka juga berjasa dalam membuka kebun dan bertani.
Hiong menyebutkan, kebun yang dibuka untuk penghormatan orang yang sudah meninggal dinamakan Uma Ramut sementara ritual adatnya bernama Peda Ramut.
“Waktu meninggal dilakukan ritual adat dengan mengukur panjangnya mayat untuk membuat peti dan menggali kubur. Petugas tersebut dinamakan Sidak,” terangnya.
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










