ENDE, FLORESPOS.net-Perjuangan seorang guru demi anak didiknya harus diapresiasi. Dia harus melewati hujan, badai dan banjir dengan medan ekstrem untuk menjalankan tugasnya.
Pahlawan tanpa tanda jasa yang disematkan kepada mereka sangat tepat karena menggambarkan sepak terjangnya demi anak bangsa.
Kondisi seperti ini sering dirasakan dan dialami oleh para guru yang mengabdi dan mendedikasikan hidup mereka demi mencerdaskan anak bangsa di daerah pedalaman dan terpencil.
Semangat mereka tak pernah padam meski melewati medan ekstrem dan mengancam nyawanya.
Hal ini dialami Albertus Rade, S.Pd, Gr, seorang guru di wilayah Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Provinsi NTT.
Dalam video singkat yang diunggah di akun media sosialnya, guru Albert bersama warga menggotong sepeda motornya melewati banjir untuk ke sekolah.
Dalam video itu terlihat arus air cukup deras dan air setinggi paha orang dewasa yang membela jalan antar desa di wilayah Kecamatan Maukaro.
Guru Albert yang dikonfirmasi Florespos.net, Jumat (7/2/2025) pagi mengatakan ia tinggal di Desa Kebirangga Tengah dan mengajar di SDI Kolikapa, Desa Kolikapa Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende. Jarak dari rumah ke sekolah sekitar 15 kilometer yang melewati medan cukup ekstrem apa lagi saat musim hujan.
Ia mengatakan kondisi seperti di videonya itu terjadi karena intensitas hujan di wilayah utara Ende cukup tinggi satu pekan terakhir. Di beberapa tempat terjadi banjir termasuk di jalur yang setiap hari ia lalui.
” Hujan terus dan jalan ini belum rabat beton maka kondisinya seperti ini. Setiap kali lewati saya dan warga harus gotong-royong pikul sepeda motor nyeberang banjir,” katanya.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










