Guru di Ende Harus Gotong Sepeda Motor Lewati Banjir Demi Anak Didiknya - FloresPos Net

Guru di Ende Harus Gotong Sepeda Motor Lewati Banjir Demi Anak Didiknya

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025 - 11:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru di Ende Harus Gotong Sepeda Motor Lewati Banjir Demi Anak Didiknya

Guru di Ende Harus Gotong Sepeda Motor Lewati Banjir Demi Anak Didiknya

ENDE, FLORESPOS.net-Perjuangan seorang guru demi anak didiknya harus diapresiasi. Dia harus melewati hujan, badai dan banjir dengan medan ekstrem untuk menjalankan tugasnya.

Pahlawan tanpa tanda jasa yang disematkan kepada mereka sangat tepat karena menggambarkan sepak terjangnya demi anak bangsa.

Kondisi seperti ini sering dirasakan dan dialami oleh para guru yang mengabdi dan mendedikasikan hidup mereka demi mencerdaskan anak bangsa di daerah pedalaman dan terpencil.

Semangat mereka tak pernah padam meski melewati medan ekstrem dan mengancam nyawanya.

Hal ini dialami Albertus Rade, S.Pd, Gr, seorang guru di wilayah Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Provinsi NTT.

Baca Juga :  Bidang Ekologis, Paroki Katedral Ruteng Programkan Tanam Pohon di Area Lingkar Luar Kota Ruteng

Dalam video singkat yang diunggah di akun media sosialnya, guru Albert bersama warga menggotong sepeda motornya melewati banjir untuk ke sekolah.

Dalam video itu terlihat arus air cukup deras dan air setinggi paha orang dewasa yang membela jalan antar desa  di wilayah Kecamatan Maukaro.

Guru Albert yang dikonfirmasi Florespos.net, Jumat (7/2/2025) pagi mengatakan ia tinggal di Desa Kebirangga Tengah dan mengajar di SDI Kolikapa, Desa Kolikapa Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende. Jarak dari rumah ke sekolah sekitar 15 kilometer yang melewati medan cukup ekstrem apa lagi saat musim hujan.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, 380 Siswa Baru SMAS Santo Gregorius Reo Pungut 25 Karung Sampah di Pasar Reo

Ia mengatakan kondisi seperti di videonya itu terjadi karena intensitas hujan di wilayah utara Ende cukup tinggi satu pekan terakhir. Di beberapa tempat terjadi banjir termasuk di jalur yang setiap hari ia lalui.

” Hujan terus dan jalan  ini belum rabat beton maka kondisinya seperti ini. Setiap kali lewati saya dan warga harus gotong-royong pikul sepeda motor nyeberang banjir,” katanya.

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 281 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Berita Terbaru