Tuntut Keadilan Pembangunan, Warga Lewopao Tutup Jalan Trans Provinsi Ile Boleng-Deri - FloresPos Net

Tuntut Keadilan Pembangunan, Warga Lewopao Tutup Jalan Trans Provinsi Ile Boleng-Deri

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 11:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuntut Keadilan Pembangunan, Warga Lewopao Tutup Jalan Trans Provinsi Ile Boleng-Deri

Tuntut Keadilan Pembangunan, Warga Lewopao Tutup Jalan Trans Provinsi Ile Boleng-Deri

ADONARA, FLORESPOS.net-Ratusan warga Desa Lewopao, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan aksi damai menutup ruas jalan Trans Provinsi Ile Boleng-Deri, Senin (3/2/2025) pagi.

Warga Desa Lewopao melakukan aksi tersebut untuk menuntut keadilan pembangunan pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur dengan Pelabuhan Deri, Kecamatan Ile Boleng.

“Kami lakukan aksi damai menuntut keadilan. Jalan di Lewopao ini rusak berat selama lima periode bupati  dan tak kunjung dibangun atau diperbaiki,” kata Raymundus Kopong Tube kepada Florespos.net melalui telp, Senin.

Aksi ratusan warga yang dilakukan sejak pukul 06.00 WITA itu membuat akses transportasi di wilayah itu terganggu. Warga aksi juga menanam pohon pisang dan jagung di badan jalan. Warga lain, pelintas dan para pelajar tidak bisa melintas jalan itu.

Baca Juga :  74 Babi di Sikka Mati, Flores Timur Waspada ASF

Raymundus Tube mengatakan, ruas jalan Trans Ile Boleng Waiwerang-Pelabuhan Deri tepatnya di Desa Lewopao dalam kondisi rusak berat dan sudah berlangsung puluhan tahun.

“Sangat tidak adil karena ruas jalan di wilayah desa tetangga di bagian Timur dan Barat dibangun aspal sementara di desa kami tidak. Mungkin kalau lewat desa kami harus pakai pesawat jadi tidak dibangun,”  katanya.

Baca Juga :  Poktan di Flores Timur Dapat Bantuan Bibit Anakan Tanaman Buah-buahan

Aksi tersebut, kata Raymundus Tube akan terus dilakukan sampai ada penegasan dan kepastian kapan jalan tersebut dibangun oleh Pemerintah.

“Kami aksi damai. Aksi ini dilakukan oleh warga Desa Lewopao, desa lain tidak. Kami akan aksi terus dan tuntut Penjabat Bupati dan Ketua DPRD Flores Timur datang. Kita buat kesepakatan soal bangun jalan ini,” pungkas dia.

Informasi yang dihimpun Florespos.net, Camat Ile Boleng, Kades Lewopao, dan Babinsa turun melakukan pendekatan agar warga tidak menutup ruas jalan karena mengganggu aktivitas warga lain yang hendak melintas dari dan ke Deri. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Wisata Literasi, SDIT Rabbani Akan Kunjungi Kantor Bupati, Toko Buku Gramedia dan Perpustakaan Daerah
Berita ini 582 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 07:18 WITA

Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 06:46 WITA

Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA