Disparekrafbud Manggarai Barat Latih Pokdarwis Promosikan Desa Wisata - FloresPos Net

Disparekrafbud Manggarai Barat Latih Pokdarwis Promosikan Desa Wisata

- Jurnalis

Minggu, 15 Desember 2024 - 18:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT melatih Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wae Lolos, Kecamatan Sanonggoang mempromosikan Desa Wisata setempat. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Wae Lolos, Sabtu (14/12/2024).

Kegiatan ini merupakan lanjutan program Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi) yang dicanangkan Disparekrafbud Mabar selama 10 bulan di 2 desa wisata, Wae Lolos dan Desa Siru sejak Maret 2024 lalu.

Chrispianus Mesima, Sekertaris Disparekrafbud mengungkapkan, pemasaran desa wisata mencakup proses yang lebih luas bertujuan untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pengunjung. Pemasaran desa wisata juga melibatkan analisis produk, segmentasi pasar, penentuan harga, distribusi, dan strategi komunikasi.

Baca Juga :  Pemcat Komodo Segera Tertibkan Adminduk Warga di Kota Labuan Bajo

“Rumah besarnya adalah pemasaran, isinya ada promosi yang menciptakan minat dan kesadaran kemudian mendorong orang untuk datang,” jelas Chrispianus,” dalam materi Promosi Desa Wisata saat itu.

Ditegaskan, strategi komunikasi menjadi instrumen penting bagaimana menginformasikan desa wisata ke publik. Mengkomunikasikan desa wisata tidak hanya mengandung informasi tapi menyentuh emosi publik. Selain itu, informasi desa wisata harus mengandung pesan yang efektif  untuk mempengaruhi perhatian publik.

“Promosi pariwisata yang efektif membutuhkan penggunaan diksi yang menarik, menggugah emosi, dan mampu memvisualkan pengalaman yang ditawarkan. Deskripsi destinasi harus imajinatif untuk menciptakan gambaran yang memikat yang mampu menciptakan memori jangka panjang ” kata Chrispianus.

Baca Juga :  Realisasi Investasi di Manggarai Barat Lampaui Target

Sementara, Roseven Rudiyanto,  Dosen Politeknik Elbajo Commodus, Labuan Bajo menilai Desa Wisata Wae Lolos telah memulai mengunakan media sosial sebagai platform promosi. Namun,  perlu dimaksimalkan dengan konten-konten yang menarik pengunjung.

“Desa Wisata Wae Lolos mulai dikenal publik karena mengunakan media sosial. Ini yang buat Desa Wae Lolos lebih banyak pengunjung ketimbang desa lainnya. Namun perlu konsistensi dan memaksimalkan konten yang lebih efektif, ” jelasnya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA