JAKARTA, FLORESPOS.net-PT Permodalan Nasional Madani (PNM) nyatakan siap mendukung komitmen Menteri BUMN Erick Thohir untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sebelumnya, pada akhir November 2024 lalu, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan telah sepakat dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan jumlah produk UMKM yang memenuhi standar BPOM.
Tujuan besar dari kesempatan itu mengandalkan tiga langkah strategis, yaitu memaksimalkan ekosistem pasar digital (PaDi) UMKM, pemanfaatan data base program PNM Mekaar dan digitalisasi sinergitas guna konsolidasi data base.
“Program pertama mungkin beberapa bulan kedepan kita tuntaskan bagaimana semua bisa tersertifikasi. Nanti program berikutnya, tadi disampaikan, kita bisa memilih ada program PNM Mekaar, yaitu ibu-ibu di desa-desa yang menempat pinjaman Rp 1-5 juta yang jumlahnya 21,2 juta,” jelas Erick.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi dalam rilis media, Selasa (10/12/2024), menyatakan kolaborasi dengan BPOM merupakan langkah penting untuk membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas, baik domestic maupun global.
Arief Mulyadi optimis dengan inisiasi Kementerian BUMN bersama BPOM akan mendorong semangat entrepreneurship nasabah binaannya dan keluar dari zona subsistem.
Hal tersebut sesuai dengan tugas besar PNM untuk turut memberikan modal intelektual dan sosial selain modal finansial agar tumbuh menjadi masyarakat yang madani. Dengan akses pembiayaan dan pendampingan, UMKM akan memiliki daya saing lebih dan semakin dipercaya pembeli.
Sebagai bentuk dukungan, kata Arief Mulyadi, langkah awal yang PNM lakukan adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya memiliki izin edar BPOM bagi usaha khususnya di sektor makanan, minuman, dan produk herbal.
Arief Mulyadi bilang, melalui edukasi yang ringan dan relevan, PNM berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung percepatan pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










