Perlu Tempat Feeding Monyet di Batu Cermin Manggarai Barat - FloresPos Net

Perlu Tempat Feeding Monyet di Batu Cermin Manggarai Barat

- Jurnalis

Jumat, 6 Desember 2024 - 10:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu titik di kawasan wisata Batu Cermin Labuan  Bajo Mabar NTT yang sudah punya bangunan.

Salah satu titik di kawasan wisata Batu Cermin Labuan Bajo Mabar NTT yang sudah punya bangunan.

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Di kawasan wisata alam Gua Batu Cermin Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT perlu ada lokasi feeding (pemberian makan) monyet/kera.

Pertimbangannya agar kera-kera tidak berebutan makanan sisa di antara tumpukan atau onggokan sampah di kawasan itu (Gua Batu Cermin). Kotoran-kotoran tersebut kelak bakal jadi sumber penyakit bagi monyet-monyet setempat maupun masyarakat sekitar, juga mengganggu lingkungan.

Demikian, Nur Alwi, salah seorang pelaku pariwisata Mabar kepada media ini di Labuan Bajo belum lama berselang.

Menurut Nur Alwi, area wisata alam Gua Batu Cermin punya luas sekitar belasan hektar. Pemiliknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, dan konon kabarnya ada bagian tertentu dikelola pihak tertentu, lainnya belum, masih hutan lebat aur berduri.

“Daripada monyet-monyet itu berebutan makanan sisa di sampa-sampah di situ, sebaiknya pemerintah buat feeding monyet di Batu Cermin,” kata Nur Alwi.

Salah satu titik di kawasan wisata Batu Cermin Labuan Bajo Mabar NTT yang kebetulan atau tidak ditembusi sinar mentari di antara rimbunan “to’e” (aur berduri). (Foto andre durung)

Tak hanya buat feeding monyet, di  kompleks bangunan elit di area wisata Batu Cermin juga baiknya dibuatkan tempat sangrai atau goreng kopi dari kuali tanah liat.

Baca Juga :  BPOLBF Apresiasikan Jurnalis

Di tempat sama juga barangkali bisa jadi lokasi pelatihan bermain caci.

Pada salah satu ruang di gedung elit di kompleks wisata alam Batu Cermin juga mungkin jadi tempat latihan melukis bagi warga yang punya bakat melukis, dan lain sebagainya.

Sehingga, kata Nur Alwi, para turis yang melancong di kawasan Batu Cermin tak monoton melihat gua alam Batu Cermin semata. Tetapi sekaligus melihat cara goreng/ sangrai kopi, atau menyaksikan latihan tari caci, dan melukis di tempat yang sama.

“Kan tidak semua turis tahu proses goreng kopi. Mungkin setelah melihat di Batu Cermin itu baru mereka tahu,” kata Nur Alwi.

Nur Alwi yang juga pelaku UMKM itu menambah, manakala hal-hal tadi terealisasi, maka langsung tidak langsung mungkin kelak akan mendatangkan berkah bagi masyarakat dan daerah berupa sumber PAD (pendapatan asli daerah), tutupnya.

Baca Juga :  20 Tahun Berdiri, Unipa Maumere Telah Melahirkan Puluhan Doktor

Secara terpisah, nada hampir sama diungkapkan Andi dan Arif. Mereka harap di kawasan obyek wisata alam Gua Batu Cermin diperkaya dengan obyek sentuhan manusia, seperti adanya feeding monyet maupun tempat pentas seni budaya lokal.

“Biar tidak monoton hanya lihat stalagtit-stalagimit dalam lubang Gua Batu Cermin, mungkin juga ada feeding monyet, karena di situ banyak monyet. Juga buat lokasi pentas kesenian lokal lainnya,” komentar keduanya.

Andi dan Arif yang mengaku asal Makasar Sulawesi Selatan dan menolak sebut nama lengkap, berharap Pemkab Mabar segera menjadikan kawasan Gua Batu Cermin tempat yang bersih, bukan penuh sampah, kata keduanya.

Kawasan wisata alam Gua Batu Cermin berada di tengah Labuan Bajo ibu kota Mabar. Di sini tidak hanya ditemui banyak kera atau monyet, tapi sering juga dijumpai burung-burung. Destinasi wisata Batu Cermin dominan ditumbuhi aur berduri atau “to’e” dalam bahasa lolal setempat.

Dilansir media ini sebelumnya, sampah rusak keindahan pariwisata Batu Cermin Labuan Bajo. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati
Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas
RSUD Bajawa di Late Mulai Layani Pasien–‘Tersedia 4 Loket Sehingga Pasien Cepat Ditangani’
Himabris IKTL Gelar Story Telling Competition, Diikuti 6 SMP se Larantuka
Pernyataan WALHI NTT Terkait Proyek K-SIGN di Rote Ndao
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:38 WITA

Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:24 WITA

Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:38 WITA

Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:28 WITA

Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07 WITA

Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:28 WITA

Nusa Bunga

Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas

Selasa, 2 Jun 2026 - 19:07 WITA