Mgr. Paulus Budi Kleden SVD Launching Buku Mengenang Setahun Wafatnya Uskup Sensi - FloresPos Net

Mgr. Paulus Budi Kleden SVD Launching Buku Mengenang Setahun Wafatnya Uskup Sensi

- Jurnalis

Rabu, 20 November 2024 - 22:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Launching Buku Mengenang Satu tahun Meninggalnya Uskup Sensi.

Launching Buku Mengenang Satu tahun Meninggalnya Uskup Sensi.

RUTENG, FLORESPOS.net-Uskup Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden, SVD diagendakan membedah dan melaunching buku Berjudul Praedica Verbum Opportune Importune (Wartakanlah Firman, Baik atau Tidak Baik Waktunya) di SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada pada Sabtu (23/11/2024).

Buku ini dipublikasikan secara khusus untuk mengenang setahun wafatnya Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota. Launchiung buku diawali perayaan Ekaristi yang dipimpin Mgr. Paul Budi Kleden, SVD.

Buku ini dibedah oleh tim pembedah yakni Uskup Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden; RD. Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han); RD. Dr. Yoseph Aurelius Woi Bule;  Gregorius Patty Pello, B.A; dan RD. Silverius Betu, S.Fil, M.Han.

Buku setebal 360 halaman ini memuat 29 tulisan dari sejumlah penulis yang diteropong dari pelbagai aspek. Ada pun artikel dan penulis yang berkontribusi dalam enam bagian/pembabakan  dalam buku ini yakni.

Bagian I  SPIRITUALITAS  PRAEDICA VERBUM OPPORTUNR IMPORTUNE memuati lima tulisan yakni: Membaca Edukasi Spiritual Dalam Moto Tahbisan Mgr. Vincentius Sensi Potokota ditulis oleh Dr. Imelda Oliva Wissang; artikel Uskup Sensi Nyalakan Spirit Praedica Verbum Opportune Importune Tolak Hukuman Mati di Indonesia ditulis oleh Walburgus Abulat; Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa dalam Spirit Praedica Verbum Opportune Importune ditulis oleh RD. Silverster Betu, S.Fil, M.Han; Komitmen Pendidikan Dalam Semangat Praedica Verbum Opportune Importune ditulis oleh Sr. Yosefina Itu, OSU; dan Penyambung Lidah Allah  Dalam Pusaran Tantangan Evangelisasi  di Milenium Ketiga oleh RD. Dr.Petrus Sina.

Bagian II  USKUP PERTAMA KEUSKUPAN MAUMERE memuat empat artikel yakni Pemberdayaan Untuk Kemandirian (Kepemimpinan Uskup Sensi di Keuskupan Maumere) ditulis oleh RD. Richardus Muga Buku; Mgr. Sensi Sosok Gembala Pegiat Literasi, Orator Ulung, dan Komunikator Andal ditulis oleh Walburgus Abulat; Aggiornamento Kenangan Bersama  Mgr. Vincentius Sensi Potokota  (di TOR Lela-Maumere 1989)  ditulis oleh RD. Dus Duka, Lic.Theol; dan  ShocK Therapy Pastoral Kehadiran, dan Catatan Harian ditulis oleh RD. Richardus Muga Buku.

Bagian III USKUP KEUSKUPAN AGUNG ENDE memuat 8 tulisan yakni Pulang ke Katedral ditulis oleh Dr. Maria Matildis Banda; Bapa Uskup Vincentius Sensi Pemimpin yang Lembut Hati ditulis oleh RP. Dr. Lukas Jua, SVD; Mgr. Sensi Seorang Uskup dan Konselor ditulis oleh RD. Benny Lalo; Pemimpin Pemberani dan Baik Hati Sejumlah Kenangan Pribadi ditulis oleh RD. Nani Songkares; Uskup Sensi Pendamping Spiritual  dan Jembatan  Fidei Donum ditulis oleh RD. Stef Wolo Itu); Diksi-Diksi Inspiratif dan Meneguhkan ditulis oleh RD. Yos Liwu;  Kenangan yang Terkasih Bapa Uskup Sensi Gembala yang Peduli dan Pejuang untuk SDM  Pertanian Unggul ditulis oleh Dr. Nicolaus Noywuli; dan Puisi-Puisi Untuk Mgr. Sensi (Fabian Thomas).

Baca Juga :  Uniflor Wisuda 318 Sarjana Baru, Ini Jumlahnya di Masing-masing Prodi

BAGIAN IV KARYA PELAYANAN DI LINGKUP KWI dan TINGKAT NASIONAL memuat lima artikel yakni Mgr. Sensi Pembina, Pemimpin dan Pejuang Kemanusiaan ditulis oleh Mgr. Maksimus Regus; Mgr. Vincentius Sensi Potokota: Sang Pastor Bonus Dengan Keunggulan Spirit Kebangsaan ditulis RD. Dr. Rofinus Neto Wuli; Mgr. Sensi dan Kerasulan Awam Sinodal ditulis RD. Hans Jeharut; Gembala Dengan  Hati Kebapaan yang Melampaui Batas Wilayah Keuskupan Agung Ende: Mgr. Vincentius Sensi  Potokota dan Pastoral  Migran Perantau ditulis RD. Dr.  Eduardus Raja Para, dan Jadilah Imam (dan Awam) yang Sungguh-Sungguh  (Sekeping Memori tentang Mendiang  Bapa Uskup Sensi ditulis oleh Valens Daki Soo.

BAGIAN V: KENANGAN AKHIR memuat  7 artikel yakni Uskup Sensi di Mata  Uskup Manokwari Sorong ditulis Mgr. Hilarion Datus Lega; Mgr. Sensi dan Kesunyian Hidup ditulis oleh RD. Gabriel Idrus; Lima Puluh Dua Malam  di Getsemani Bersama Mgr. Sensi  ditulis oleh RD. Felix Djawa;  Dia yang Berbagi Luka ditulis oleh RD. Emanuel Natalis; Mgr.Sensi dan Kantong-Kantong Penderitaannya ditulis oleh RD. Daniel Aka; Mgr.Vincentius Sensi Potokota: Ikhtiar Kasih dan dan Pembalikan Derita ditulis oleh Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge; Berpastoral di Tengah  Arus  Migrasi “The Last Supper” (Kenangan Terakhir Kehadiran Mgr. Sensi Dalam Munas XIV Unindo (Paulus Yanuarius Azi)

BAGIAN VI KESAN REKAN IMAM, BIARAWAN DAN TOKOH AWAM KATOLIK: Kesan-kesan rekan imam, biarawan dan tokoh umat Keuskupan Agung Ede.

Buku ini juga memuat secara sekilas tentang Editor dan tentang Penulis. Buku ini dilengkapi dengan riwayat hidup Mgr.Vincentius Sensi Potokota, Sambutan Uskup Keuskupan Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden, Pengantar oleh tim Editor RD.Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (HAN); RD.Dr. Petrus Sina; dan RD. Silverius Betu, S.Fil, M.HAN dan ditutup dengan profil singkat tim editor dan tim penulis.

Baca Juga :  Pemda Ngada Luncurkan Unit Dialisis RSUD Bajawa

Warisan Amat Berharga

Salah seorang editor RD. Dr.Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han)  kepada media ini, Rabu (20/11/2024)  mengatakan, judul buku ini diambil dari Moto Uskup Sensi Praedica Verbum Opportune Importune (Wartakanlah Firman, Baik atau Tidak Baik Waktunya) dari 2 Timotius 4:2 .

Romo Roni Neto Wuli menggarisbawahi bahwa untuk memperingati setahun wafatnya Mgr. Sensi diterbitkan buku ini di mana materi buku ini ditulis oleh  para pihak yang mengenal sosok Mgr.Sensi.

“Berbagai refleksi tentang kepribadian, gaya kepemimpinan dan kesaksian hidup ditulis oleh mereka yang mengenal beliau, yang berjalan bersamanya. Bersama mereka, Mgr.Sensi sungguh menghayati moto episkopalnya Praedica Verbum Opportune Importune dalam hidup dan pelayanannya sebagai Uskup Keuskupan Agung Ende”.

“Mgr. Sensi tidak hanya mewartakan Sabda Tuhan  melalui inisiatif pastoral dan kegiatan-kegiatannya, tetapi juga  terlebih dalam masa sakitnya, dalam perjuangannya menghadapi dan menerima kondisi batas kehidupannya seorang manusia. Mgr. Sensi mewartakan Sabda itu kepada kita. Kematiannya merupakan sebuah  bentuk pewartaan sabda itu”.

“Tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan warisan amat berharga bagi siapa saja yang mengenalnya. Semoga tulisan-tulisan ini semakin meneguhkan kita untuk terus  memelihara kasih persaudaraan baik atau tidak baik waktunya,” kata Romo Roni.

Dijelaskannya, moto Uskup Sensi ini menyadarkan kita bahwa Gereja mengemban tugas mewartakan Sabda Allah, apa pun dan bagaimana pun kondisi dirinya sendiri. Gereja tidak boleh menunggu sampai segala sesuatu dalam dirinya dibereskan, baru boleh mulai berbicara tentang Allah kepada orang lain.

Juga pada saat Gereja sendiri dililit berbagai permasalahan, dia tidak pernah dibebaskan dari tugas pewartaan ini. Gereja harus terus  berbenah diri karena berbagai kepincangan dalam dirinya. Tetapi sebagai jemaat Kristus, dia harus mewartakan Sabda Allah dalam kerapuhannya sendiri. Di bawah terang Sabda itu, Gereja menempatkan dirinya dan terus berusaha memperbaiki dirinya bersama semua orang lain.

Gereja berhenti menjadi Gereja Kristus  ketika dia berhenti mewartakan Kristus, bukan saat dia dililit berbagai masalah dan kekurangan. Gereja adalah Gereja Misioner, yang tidak dapat memaafkan dirinya dengan berbagai kekurangannya sendiri.

Informasi yang diterima Florespos.net menyebutkan bahwa pelaksanaan launching dan bedah buku ini mendapatkan dukungan penuh dari Unio Keuskupan Agung Ende, Stiper Flores Bajawa, dan  SMA Katolik Regina Pacis Bajawa.*

Penulis : Walburgus Abulat

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

WALHI NTT Tegaskan Industri Garam Skala Besar di Wilayah Pesisir Pulau Kecil Berpotensi Menimbulkan Berbagai Tekanan Ekologis
Ombudsman NTT Tekankan Reformasi Birokrasi Polri Harus Berorientasi pada Pelayanan Publik
WALHI NTT Minta Pemerintah dan APH Usut Tuntas Dugaan Peredaran Kayu Sonokeling Ilegal di TTU
Mensos RI Puji Antusias Masyarakat Ende Ikut Upacara Peringatan Harla Pancasila
Harla Pancasila jadi Momentum untuk Perkuat Komitmen Kebangsaan Ditengah Tantangan Zaman
BPOLBF Promosikan Desa Wisata Berkelanjutan Flores di The Meru Eco Tourism Week 2026
Sinergitas Pusat dan Daerah Kunci Keberhasilan Ketahanan Pangan di Manggarai Barat
Pancasila Jangkar Moral Dalam Menghadapi Turbulensi Global
Berita ini 471 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:53 WITA

WALHI NTT Tegaskan Industri Garam Skala Besar di Wilayah Pesisir Pulau Kecil Berpotensi Menimbulkan Berbagai Tekanan Ekologis

Senin, 1 Juni 2026 - 18:52 WITA

Ombudsman NTT Tekankan Reformasi Birokrasi Polri Harus Berorientasi pada Pelayanan Publik

Senin, 1 Juni 2026 - 18:38 WITA

WALHI NTT Minta Pemerintah dan APH Usut Tuntas Dugaan Peredaran Kayu Sonokeling Ilegal di TTU

Senin, 1 Juni 2026 - 17:12 WITA

Mensos RI Puji Antusias Masyarakat Ende Ikut Upacara Peringatan Harla Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 14:56 WITA

BPOLBF Promosikan Desa Wisata Berkelanjutan Flores di The Meru Eco Tourism Week 2026

Berita Terbaru

Opini

Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila

Senin, 1 Jun 2026 - 20:20 WITA