Anak di Bawah Umur Terjaring Operasi Turangga 2024, Polisi: Orangtua Jangan Jerumuskan Anak - FloresPos Net

Anak di Bawah Umur Terjaring Operasi Turangga 2024, Polisi: Orangtua Jangan Jerumuskan Anak

- Jurnalis

Jumat, 1 November 2024 - 13:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Selama pelaksanaan Operasi Zebra 2024 di Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Nagekeo banyak menjaring pelanggar lalulintas anak di bawah umur.

Anak-anak yang terjaring operasi, rata-rata tidak memiliki surat-surat kelengkapan kendaraan, surat izin mengemudi (SIM) dan juga tidak memakai helm.

Masalah anak di bawah umur kerap diabaikan oleh keluarga, dalam hal ini orang tua sebagai sosok yang seharusnya melindungi anak, justru menjerumuskannya ke dalam hal-hal jalan yang membahayakan keselamatannya.

“Selama kita melakukan gelar Operasi Zebra 2024, banyak menjumpai kasus pengendara di bawah umur atau anak kecil yang mengendarai sepeda motor,” kata Kasat Lantas Polres Nagekeo, Iptu Fransiskus Bay Meo kepada Florespos.net Jumat (1/11/2024) di ruang kerjanya.

“Jumlah kasusnya terbilang cukup besar dan mengkhawatirkan, karena menyentuh sekitar sepertiga dari pelanggaran total yang sudah dijumpai selama masa operasi. Rentang usia pengendara di bawah umur bervariasi, mulai dari remaja muda, siswa SMP, bahkan siswa SD. Semuanya memiliki kemiripan, yakni belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), ” sambang Iptu Fransiskus.

Baca Juga :  Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Iptu Fransiskus menegaskan, anak di bawah umur belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor karena belum memiliki kestabilan mental dan keterampilan.

Anak juga belum bisa menjaga emosi sehingga berpotensi terjadinya kecelakaan lalulintas.

“Selain itu, pengemudi yang mengendarai kendaraan bermotor harus memiliki SIM, dan untuk membuat SIM minimal usianya adalah 17 tahun,” katanya.

Iptu Fransiskus menambahkan, setiap orang yang belum memiliki SIM dari aspek hukum, belum boleh mengemudikan kendaraan.

Jika melanggar, akan dikenakan Pasal 281 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dengan sanksi pidana penjara 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1000.000. Kendaraan juga dapat dilakukan penyitaan sementara, sambil menunggu penetapan putusan pengadilan.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Ende

“Pada saat pengambilan barang bukti, orang tua bisa dihadirkan untuk membuat surat pernyataan untuk sama-sama mengawasi dan memberikan edukasi. Kemudian, kendaraan diserahkan kepada orang atau perwakilan yang sudah memiliki SIM,” tegasnya.

Cegah Anak Dibawah Umur Berkendaraan

Untuk menekan atau mencegah anak di bawah umur berkendaraan, Iptu Fransiskus berjanji akan terus melakukan pendekatan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Selain itu, polisi akan turun ke desa-desa untuk melakukan pendekatan dengan pemerintah desa. Hal ini untuk mengurangi angka kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak di bawah umur, katanya. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 203 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Berita Terbaru