Soal Hutan Produksi, Yosef: Itu Mesti Politisi Kalau Akademisi Hanya Angan-angan - FloresPos Net

Soal Hutan Produksi, Yosef: Itu Mesti Politisi Kalau Akademisi Hanya Angan-angan

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 10:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Debat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Ende

Debat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Ende

ENDE, FLORESPOS.net-Masalah kawasan hutan produksi Nuabosi yang wilayahnya masuk hingga ke tiga kecamatan dalam kota diangkat dalam debat pertama pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ende di Aula Hotel Flores Mandiri, Rabu (16/10/2024).

Debat yang dipandu moderator Dewi Leba berlangsung cukup sengit di segmen ke-4. Segmen ini paslon memberikan pertanyaan dan adu argumen.

Pasangan nomor urut 1, Yosef Badeoda-dokter Domi Mere (Paket Deo Do) diberikan kesempatan bertanya kepada pasangan nomor urut 4, Laurentius Gadi Djou-Damran Baleti atau paket Gadi Djou-Baleti.

Calon Bupati Ende, Yosef Badeoda bertanya ke paslon nomor urut 4 terkait dengan isu tata ruang khususnya kawasan hutan produksi Nuabosi, Kabupaten Ende.

Berikut Kutipan Pertanyaan dari Yosef Badeoda”

“Saya akan tanya dalam konteks Ende, saya bahas tentang isu tata ruang yang ada kaitannya dengan transformasi sosial kawasan hutan. Hari ini kita berbenturan dengan yang namanya kawasan hutan lindung, kawasan yang ditengarai merusak ekosistem kota sehingga timbulkan banjir di kota.”

“Yang ingin saya tanyakan apa mitigasi saudara seandainya jadi bupati untuk selesaikan kawasan ini dan komitmen saudara untuk tegakan hukum?.”

Baca Juga :  Pastor Paroki Kombandaru Bersama Umat dan OMK Deklarasi Tolak Proyek Geothermal di Lokasi Panas Bumi

Jawaban Calon Bupati, Laurentius Gadi Djou dari Paslon nomor 4. Berikut kutipanya:

“Lima tahun terakhir itu masyarakat Onekore dan sekitarnya dikagetkan dengan adanya tata ruang yang dilarang. Kalau saya jadi bupati maka saya bereskan ini supaya selesai. Berangkat ke Jakarta bicarakan dengan Kementrian terkait. Selesai bos. Karena urusannya ada di Jakarta bukan di sini.”

“Tidak salah menterinya Pak AHY. Pak Tote temani saya temui pak AHY.
Soal penegakan hukum saya setuju dengan dua saudara ini. Serahkan kepada yang ahli di polisi. Bupati hanya kordinasi tanyakan perkembangan.’

“Tapi kalau persoalan hukum diakibatkan karena kebijakan bupati yang akhirnya kena ke ASN maka bupati pasang dada karena ASN harus dilindungi,” kata Lory Gadi Djou.

Atas jawaban dari Paslon nomor urut 4, paslon nomor 1 kembali menanggapi jawaban tersebut.

Kata Yosef Badeoda, kawasan hutan lindung, hutan produksi di kota ditetapkan sejak tahun 1984.

“Jadi kalau saudara paslon 4 baru dengar lima tahun ini, saya kira itu keliru. Selanjutnya masalah benturan hutan kota ini harus seorang politisi. Kalau akademisi itu hanya angan – angan. Politisi eksekusi,” Yosef Badeoda.

Baca Juga :  ASN Manggarai Timur Diingatkan Jaga Netralitas Dalam Pemilu 2024

Calon Wakil Bupati Paslon nomor urut 1, Dr Domi Mere juga ikut menanggapi. Dikatakannya masalah ini adalah kondisi nyata yang disampaikan masyarakat saat Paket Deo Do berkunjung ke Kelurahan Onekore.

Diketahui kawasan hutan produksi Nuabosi Kabupaten Ende, Provinsi NTT seluas 1.600 hektar.

Dari luas tersebut sekitar 128,12 masuk dalam kawasan pemukiman warga dan fasilitas umum yang kini dipersoalkan.

Hutan Produksi Nuabosi meliputi wilayah Nuabosi, Ende Utara, Ende Tengah hingga ke Ende Timur.

Penetapan tapal batas kawasan itu sudah dilakukan sejak tahun 1984 yang dipimpin oleh Bupati saat itu bukan baru dilakukan pada tahun 2016.

Munculnya SK 357 tahun 2016, karena ada perubahan kawasan hutan di daerah lain di NTT. SK ini bersifat kolektif, jika ada perubahan di daerah lain, maka yang lain mengikuti.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi
Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final
Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura
Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel
Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital
Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’
History VBC Ende ke Babak 8 Besar Soekarno Cup 1
Berita ini 284 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:55 WITA

Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:52 WITA

Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WITA

Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WITA

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:43 WITA

Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA