Pemkab Manggarai Barat Harus Konsen Urus Pangan - FloresPos Net

Pemkab Manggarai Barat Harus Konsen Urus Pangan

- Jurnalis

Jumat, 13 September 2024 - 18:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Mabar, Ali Sehidun

Anggota DPRD Mabar, Ali Sehidun

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) harus konsen mengurus pangan agar tidak terjadi kelangkaan.

Demikian ditegaskan anggota DPRD Mabar, Ali Sehidun, menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Diberitakan media ini sebelumnya, masyarakat Desa Golo Pongkor Gagal Panen, Manggarai Barat Terancam Krisis Cabe Rawit, bawang putih dan daging sapi.

Kata Sehidun, Pemkab Mabar melalu dinas teknis/terkait harus konsen terkait dengan ancaman kelangkaan cabe rawit, bawang putih, dan daging sapi 3 bulan ke depan, ini persoalan yang serius, masalah mendasar menyangkut hazat hidup orang banyak. Oleh karena itu pemerintah harus mencari terobosan/solusi untuk menangani persoalan ini.

Baca Juga :  Selesai Dilantik Semua Kepala Daerah Orientasi di Akmil Magelang

Pemerintah juga harus mengecek harga di pasar-pasar tradisional kita/pengepul-pengepul di Mabar. Apa sebab-sebab sehingga terjadi kelangkaan seperti cabe rawit, daging sapi dan lain-lain misalnya, kenapa?

“Apalagi sekarang Labuan Bajo eskalasi wisatawan yang masuk meningkat, kategori high season,” komentar politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Terkait ini dinas harus mencari terobosan-terobosan. Misalnya dari sisi pembibitan prioritaskan petani lokal. Dorong petani bentuk kelompok tani (poktan). Terkait ini juga mesti didukung pengadaan mesin sedot air misalnya.

Tidak sampai disitu saja, kata Sehidun. Pemberdayaan petani lokal juga hal penting. Totalkan bekap (backup) poktan, konsen bawang putih, apapun itu. Siapkan pupuk, mesin sedot air dan hal terkait lainnya.

Baca Juga :  72 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Perduli Sampah

Apa gunanya beri bibit, pupuk tapi tidak punya air atau sebaliknya. Ini PR besar Pemkab Mabar yang ada sekarang. Sampai kapan kita mengaharapkan distribusi pangan dari luar Mabar, pastikan jaminan ketersedian banyak pangan lokal  di pasar di Mabar, seperti cabe rawit, bawang putih dan lain-lain, ujar Sehidun.

Abidin, Kepala Dinas Peternakan Mabar menegaskan, stok daging sapi 3 bulan ke depan di daerah itu aman, ketersediannya cukup. Sapi antar pulau dari Mabar juga cukup, 600 ekor sapi.

Antar pulau kerbau dari Mabar juga cukup. Kasus kematian ternak di Mabar untuk sementara juga tidak ada. Kelahiran ternak setempat juga lumayan baik, katanya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA