Bruder Kris Riberu Minta Warga SMA Katolik Syuradikara Lawan Perundungan dan Vandalisme - FloresPos Net

Bruder Kris Riberu Minta Warga SMA Katolik Syuradikara Lawan Perundungan dan Vandalisme

- Jurnalis

Jumat, 19 Juli 2024 - 16:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Kepala SMA Swasta Katolik Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, meminta warga Syuradikara untuk memerangi bullying atau perundungan serta kasus vandalisme.

“Tidak boleh terjadi perundungan dan kasus vandalisme atau coret-coret di lingkungan sekolah”.

Hal ini ditegaskan Bruder Kris dalam sambutan Apel Pembuka MPLS Tahun Pelajaran 2024/2025 di Naungan Hijau Satu Syuradikara, beberapa waktu lalu.

Kepala SMAK Syuradikara mengingatkan bullying dalam bentuk apa pun selalu meninggalkan luka emosional dan psikologis yang mendalam bagi korban, seperti rendahnya rasa percaya diri, depresi, kecemasan, bahkan pemikiran untuk bunuh diri.

“Bullying itu menghancurkan masa depan korban, mengganggu pendidikan, cita-cita, dan hubungan sosial individu tersebut,” katanya mengingatkan lagi, Jumat (19/7/2024).

Baca Juga :  RS Santa Elisabeth Lela Operasi Gratis 23 Pasien Bibir Sumbing, Langit-Langit dan Rekonstruksi Wajah

Sedangkan vandalisme, lanjut Bruder Kris, merupakan tindakan atau perilaku yang merugikan, merusak objek fisik dan lingkungan buatan, baik milik pribadi maupun fasilitas umum.

Untuk itu, ia meminta secara khusus kepada siswa baru angkatan 71 sebanyak 415 anak untuk bertanggung jawab atas diri mereka dengan cara disiplin mengikuti aturan dan meleburkan diri ke dalam keberagaman atau perbedaan.

“Syuradikara sekolah multikultur. Jadi harus ada peleburan supaya tidak ada konflik, tidak ada yang bolos, tapi tertib dan disiplin karena orang tua kerja keras mencari uang,” pintanya.

Bruder Kris juga mengajak guru dan orang tua untuk bertanggung jawab menjaga siswa atau anak-anak supaya tidak terjebak dalam perundungan dan kasus vandalisme.

Baca Juga :  Deklarasi Pembentukan DANE, Djafar Tegaskan Tak Ada Urusan dengan Politik

Pertama, guru, pegawai, dan orang tua harus melakukan edukasi atau penyadaran kepada siswa secara berkala agar paham dampak dari bullying dan vandalisme.

Kedua, guru dan pegawai menegakkan aturan bagi yang melakukan pelanggaran.

Ketiga, guru dan pendidik serta semua warga sekolah mesti menjaga lingkungan yang sehat agar mendukung pengembangan bakat dan talenta siswa.

Keempat, mesti ada kolaborasi dan pengawasan dari orang tua dan komunitas sekolah.

“Mari kita perangi bullying dan vandalisme karena dua hal ini adalah penyakit di tengah lingkungan sekolah dan masyarakat,” pungkasnya. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru