MBAY, FLORESPOS.net-Sebanyak 250 siswa-siswi baru SMA Fransiskus Xaverius mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di Gedung Patronat Boawae, Kabupaten Nagekeo, Selasa (16/7/24). MPLS itu berlangsung dari tanggal 15-17 Juli 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik yang berasal dari berbagai daerah, baik yang di dalam Kabupaten Nagekeo maupun kabupaten lainnya.
Dalam kegiatan MPLS ini terdapat berbagai rangkaian acara seperti pengenalan profil sekolah, seminar mengenai public speaking, pengenalan tentang Yapersukna, pelatihan jurnalistik, seminar mengenai penggunaan IT dalam pembelajaran, dan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
“Dengan adanya kegiatan MPLS selama tiga hari ini diharapkan agar para peserta didik bisa mengikuti dengan senang dan sungguh-sungguh sehingga bisa mendapatkan gambaran materi yang diberikan sebagai bekal ilmu kedepannya,” kata Ketua Panitia MPLS, Yeremias Foju Kaju kepada Florespos.net, Selasa (16/7/2024).
Para peserta terlihat begitu aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini, terkhususnya pada sesi pemberian materi mengenai jurnalistik.
Materi tentang jurnalistik dibawa Wim de Rozari (Wartawan Flores Pos.net sekaligus Ketua Komite SMAS St. Fransiskus Xaverius Boawae) dan Aldo de Rozari (lulusan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Jurnalistik, Undana) yang juga Alumni SMA Fransiskus Xaverius Boawae.
Adapun materi jurnalistik yang dibawakan adalah hal-hal dasar mengenai jurnalistik seperti media massa, unsur-unsur berita, syarat berita dan Teknik dalam menulis bagi seorang pemula.
“Kesannya sangat seru dan yang paling menarik tentunya karena bisa bertemu banyak teman baru dari berbagai SMP lainnya, walaupun belum akrab tapi semoga kedepannya kitab bisa berteman dengan baik dan belajar Bersama di SMAS St. Fransiskus Xaverius Boawae” kata Soviana Waso Ea, peserta MPLS.
Mengakhiri kegiatan ini, para peserta didik baru SMAS St. Fransiskus Xaverius Boawae diminta untuk bisa belajar dan berkembang, menunjukkan bakat, minat dan kemampuan untuk bersaing dalam kompetisi atau kelangsungan pendidikan kedepannya. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando










