Rekomendasi DPRD Sikka dan Pernyataan Wabup Sikka Terkait Kasus Pembunuhan Noni - FloresPos Net

Rekomendasi DPRD Sikka dan Pernyataan Wabup Sikka Terkait Kasus Pembunuhan Noni

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kasus pembunuhan Stevania Trisanti Noni sapaan karib Noni siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sikka dihadiri Wakil Bupati Sikka Simon Suabndi Supriadi, Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga, orang tua dan kakak korban, perwakilan 10 suku di Romanduru Desa Rubit serta PMKRI Cabang Maumere.

Rapat yang dihadiri sekitar 20 anggota dewan ini sebelumnya sempat memanas akibat massa ingin mendobrak pintu masuk ke ruang rapat Gedung Kulababong karena terlalu lama menunggu di luar dikarenakan sedan gada rapat LKPJ Bupati Sikka.

“Dari seluruh proses dinamika dialog yang sudah dilakukan, ada beberapa catatan dan rekomendasi dari DPRD Sikka,” sebut Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi sebelum menutup sidang, Jumat (27/3/2026) malam.

Stef sapaannya mengatakan, DPRD Sikka berharap kerja institusi negara menjamin orang yang menjadi korban dan berkas perkara yang dilimpahkan masih P19 sehingga membuka ruang untuk disempurnakan.

Baca Juga :  Polres Manggarai Timur Gelar Aneka Kegiatan, Sambut Hari Bhayangkara ke-78

Apa yang disampaikan oleh berbagai pihak dalam rapat ini bisa melengkapi berkas perkara sesuai ketentuan Undang-Undang yang berlaku termasuk menemukan barang bukti yang belum ditemukan.

Ia menegaskan, Pemda Sikka, DPRD dan Polres Sikka terutama bupati selaku ketua Forkopimda untuk berkoordinasi agar rekonstruksi dilakukan sesuai ketentuan dan mempertimbangkan harapan keluarga korban.

“Pemerintah dan Polres Sikka perlu berkoordinasi dengan para pihak untuk mengawal proses ini berjalan secara transparan, akuntabel agar keluarga korban bisa mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Lanjut Stef, pemerintah Kabupaten Sikka perlu memberikan pendampingan hukum juga kepada keluarga korban.

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi berharap dengan masukan dari keluarga, kuasa hukum dan PMKRI Cabang Maumere bisa menjadi masukan bagi pihak kepolisian untuk menjadi bukti tambahan.

Simon mengatakan semua menduga kenapa belum ada kepuasaan dari keluarga korban sebab proses penanganannya belum sesuai fakta sesungguhnya yang terjadi sejak pembunuhan, penemuan jenasah hingga penetapan tersangka.

“Pelaku juga sempat lari ke Wolotopo sehingga apakah mama besarnya tersebut sudah dipanggil sebagai saksi. Pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan agar rekonstruksi dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tegasnya.

Baca Juga :  Forum Perempuan Diaspora NTT Kutuk Penganiayaan Brutal terhadap ART Asal Sumba di Batam

Kenapa harus di TKP?, Simon katakan karena tidak ada sesuatu yang dilanggar dan pemerintah menjamin situasi akan aman dan terkendali saat terjadinya rekonstruksi kasus pembunuhan ini.

Simon mengajak agar mari kita semua bekerja sama memberikan informasi dan berkolaborasi untuk mendapatkan titik terang yang sesungguhnya terkait kasus pembunuhan ini.

Fabianus Beto selaku perwakilan dari keluarga korban mengatakan apa yang disampaikan oleh beberapa anggota dewan terkait Polres Sikka harus melengkapi dulu beberapa barang bukti.

Fabi sapaannya sebutkan keluarga juga berharap agar beberapa barang bukti seperti pakaian, telepon genggam, 3 jari tangan dan rambut korban ditemukan terlebih dahulu.

“Lengkapi dulu semua barang bukti baru kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Keluarga berharap barang-barang bukti yang diminta supaya bisa ditemukan,” pesannya.

Fabi mengaku keluarga korban sudah tidak percaya lagi dengan Polres Sikka dalam penanganan kasus pembunuhan ini sehingga berharap kasus ini dilimpahkan ke Mabes Polri. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi
Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga
Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi
Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba
Astra Group Salurkan Seribu Paket Sembako dan Shelter bagi Korban Gempa Flores di Sikka
Gempa Flores Susulan, Rumah Seorang Janda di Radabata Akhirnya Ratah Tanah
Gempa Flores, Anak-anak Hadapi Ancaman Berlapis di Pengungsian, Plan Indonesia Desak Berbagai Pihak Beri Bantuan Dasar
PDI Perjuangan Ende Kirim 70 Mahasiswa Korban Gempa Flores Terima Beasiswa KIP Kuliah ke UDN Magethan Jawa Timur
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:20 WITA

Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:08 WITA

Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:40 WITA

Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:37 WITA

Astra Group Salurkan Seribu Paket Sembako dan Shelter bagi Korban Gempa Flores di Sikka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agu 2026 - 21:30 WITA