Sampah Genangi Saluran Air di Kota Maumere–Perlu Penanganan di Tengah Ancaman DBD

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sampah plastik berserakan di badan jalan dan menumpuk di saluran air di dalam Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka terlebih usai diguyur hujan lebat.

Sampah-sampah plastik dan genangan air ini berpotensi menjadi sarang nyamuk apalagi Kabupaten Sikka beberapa kali terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah yang mana penyakit ini sering mengakibatkan kematian.

“Perlu dijaga kebersihan lingkungan. Apalagi saat ini banyak sekali sampah dari botol-botol dan kaleng minuman,” sebut Inasensia Kensi salah seorang warga yang ditemui di depan RS TC Hillers Maumere, Selasa (13/1/2026).

Inasensia mencontohkan banyaknya sampah plastik terutama botol plastik bekas minuman kemasan yang menumpuk di drainase depan RS TC Hillers Maumere.

Selain itu, banyak saluran air di Kota Maumere tidak berfungsi dengan baik karena tertutup oleh tanah, pasir dan sampah sehingga membuat air tergenang.

“Jalan-jalan di Kota Maumere juga saat hujan lebat banyak yang tergenang air. Kadang beberapa hari baru air di jalan tersebut mengering. Ini menjadi pemandangan kurang bagus dan membuat wajah kota jadi tidak bagus,” ujarnya.

Hendrikus Nong warga lainnya pun menyebutkan pihaknya sering was-was bila memasuki musim hujan karena kuatir anak-anaknya terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca Juga :  Peringati Hari Santri, BRI Ende Buka Pelayanan Akusisi BRImo kepada Nasabahnya

Hendrik sapaannya mengharapkan agar pemerintah perlu membenahi lagi saluran air di Kota Maumere agar saat hujan lebat air dan sampah bisa mengalir melewati saluran air sehingga tidak meluap dan memenuhi badan jalan raya.

“Banyak saluran air yang sudah tidak berfungsi dan perlu diperbaiki. Bila perlu diperlebar lagi agar air bisa mengalir melalui saluran air dan tidak melewati badan jalan raya,” harapnya.

Hendrik berharap warga semakin hari semakin sadar dan peduli akan kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi sampah plastik terutama botol plastik yang bisa menjadi sarang nyamuk.

“Kabupaten Sikka ini selalu identik dengan demam berdarah karena kasusnya selalu tinggi setiap tahunnya. Warga harus sadar akan kebersihan dengan menjaga kebersihan di tempat tinggal dan lingkungan sekitarnya,” pintanya.

Disaksikan Florespos.net, saluran air di depan pintu masuk RS TC Hillers yang berbatasan langsung dengan tembok rumah sakit di sisi baratnya sepertinya sudah tidak berfungsi lagi.

Sampah-sampah plastik menumpuk di dalam saluran yang tembok di sisi timurnya sudah ambruk dan material menumpuk di dalam saluran.

Sebuah plang papa nama bertuliskan apotek pelengkap RS TC Hillers Maumere tampak rubuh dan tiangnya tersandar di tembok rumah sakit yang berbatasan langsung dengan saluran air dan jalan raya utama.

Baca Juga :  KSP Obor Mas Bantah Pernyataan Araksi Soal Penipuan, Penggelapan dan Pencucian Uang

Bagian tengah saluran terdapat tumpukan tanah dan material sehingga air tidak bisa mengalir dari selatan ke timur karena bagian tengah saluran terhalang tumpukan material.

Pemandangan tumpukan sampah plastik juga ditemui di muara kali mati di Kelurahan Kabor yang berbatasan dengan laut dan di saluran air di sebelah timur Taman Tsunami Maumere.

Untuk diketahui, awal tahun 2026 seorang pelajar di Kabupaten Sikka  tepatnya di Desa Seu Sina, Kecamatan Kewapante berumur 11 tahun meninggal dunia di RS TC Hillers Maumere  Sabtu (10/1/2026) dinihari  akibat terserang DBD.

Selama tahun 2025 tercatat sebanyak 353 warga terserang DBD namun tidak menimbulkan korban jiwa sementara tahun 2024 hingga tanggal 3 April saja terdapat 323 kasus dan 3 anak meninggal dunia.

Kasus DBD meningkat tajam di tahun 2020 dengan jumlah warga yang terserang DBD sebanyak 1.816 orang dan mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.

Tahun 2021, terdapat 183 kasus dan tak ada kematian sedangkan  tahun 2022 terdapat 466 kasus dengan 3  kematian. Pada tahun 2023 jumlah kasus meningkat hampir 2 kali lipat  hingga mencapai 823 kasus DBD namun tidak ada korban jiwa. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik
Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere
HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga
Kuasa Hukum Eltras Akan Somasi 12 Pekerja Agar Segera Lunasi Cash Bon
Manfaatkan Lahan Tidur Dua Hektar, Etwar Atuna Tanam Semangka dan Sayuran Gunakan Irigasi Tetes
Kuasa Hukum Eltras Persoalkan Penyidik Polres Sikka Keluarkan Tersangka TPPO dan Mengawal Saat Berhubungan Badan di Hotel
Romo Ephy Tegaskan Dugaan Adanya Rekayasa Laporan Kasus TPPO yang Menjerat Pemilik Eltras
Jelang HPN 2026, PAWE Ziarah ke Makam Senior dan Silaturahmi dengan Keluarga
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 16:54 WITA

Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik

Senin, 9 Februari 2026 - 12:18 WITA

Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere

Senin, 9 Februari 2026 - 11:08 WITA

HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WITA

Manfaatkan Lahan Tidur Dua Hektar, Etwar Atuna Tanam Semangka dan Sayuran Gunakan Irigasi Tetes

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:44 WITA

Kuasa Hukum Eltras Persoalkan Penyidik Polres Sikka Keluarkan Tersangka TPPO dan Mengawal Saat Berhubungan Badan di Hotel

Berita Terbaru

Wartawan Manggarai Barat bagikan Semabko.

Nusa Bunga

HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga

Senin, 9 Feb 2026 - 11:08 WITA

Opini

Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan

Senin, 9 Feb 2026 - 08:23 WITA