MAUMERE, FLORESPOS.net-Sampah plastik berserakan di badan jalan dan menumpuk di saluran air di dalam Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka terlebih usai diguyur hujan lebat.
Sampah-sampah plastik dan genangan air ini berpotensi menjadi sarang nyamuk apalagi Kabupaten Sikka beberapa kali terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah yang mana penyakit ini sering mengakibatkan kematian.
“Perlu dijaga kebersihan lingkungan. Apalagi saat ini banyak sekali sampah dari botol-botol dan kaleng minuman,” sebut Inasensia Kensi salah seorang warga yang ditemui di depan RS TC Hillers Maumere, Selasa (13/1/2026).
Inasensia mencontohkan banyaknya sampah plastik terutama botol plastik bekas minuman kemasan yang menumpuk di drainase depan RS TC Hillers Maumere.
Selain itu, banyak saluran air di Kota Maumere tidak berfungsi dengan baik karena tertutup oleh tanah, pasir dan sampah sehingga membuat air tergenang.
“Jalan-jalan di Kota Maumere juga saat hujan lebat banyak yang tergenang air. Kadang beberapa hari baru air di jalan tersebut mengering. Ini menjadi pemandangan kurang bagus dan membuat wajah kota jadi tidak bagus,” ujarnya.
Hendrikus Nong warga lainnya pun menyebutkan pihaknya sering was-was bila memasuki musim hujan karena kuatir anak-anaknya terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hendrik sapaannya mengharapkan agar pemerintah perlu membenahi lagi saluran air di Kota Maumere agar saat hujan lebat air dan sampah bisa mengalir melewati saluran air sehingga tidak meluap dan memenuhi badan jalan raya.
“Banyak saluran air yang sudah tidak berfungsi dan perlu diperbaiki. Bila perlu diperlebar lagi agar air bisa mengalir melalui saluran air dan tidak melewati badan jalan raya,” harapnya.
Hendrik berharap warga semakin hari semakin sadar dan peduli akan kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi sampah plastik terutama botol plastik yang bisa menjadi sarang nyamuk.
“Kabupaten Sikka ini selalu identik dengan demam berdarah karena kasusnya selalu tinggi setiap tahunnya. Warga harus sadar akan kebersihan dengan menjaga kebersihan di tempat tinggal dan lingkungan sekitarnya,” pintanya.
Disaksikan Florespos.net, saluran air di depan pintu masuk RS TC Hillers yang berbatasan langsung dengan tembok rumah sakit di sisi baratnya sepertinya sudah tidak berfungsi lagi.
Sampah-sampah plastik menumpuk di dalam saluran yang tembok di sisi timurnya sudah ambruk dan material menumpuk di dalam saluran.
Sebuah plang papa nama bertuliskan apotek pelengkap RS TC Hillers Maumere tampak rubuh dan tiangnya tersandar di tembok rumah sakit yang berbatasan langsung dengan saluran air dan jalan raya utama.
Bagian tengah saluran terdapat tumpukan tanah dan material sehingga air tidak bisa mengalir dari selatan ke timur karena bagian tengah saluran terhalang tumpukan material.
Pemandangan tumpukan sampah plastik juga ditemui di muara kali mati di Kelurahan Kabor yang berbatasan dengan laut dan di saluran air di sebelah timur Taman Tsunami Maumere.
Untuk diketahui, awal tahun 2026 seorang pelajar di Kabupaten Sikka tepatnya di Desa Seu Sina, Kecamatan Kewapante berumur 11 tahun meninggal dunia di RS TC Hillers Maumere Sabtu (10/1/2026) dinihari akibat terserang DBD.
Selama tahun 2025 tercatat sebanyak 353 warga terserang DBD namun tidak menimbulkan korban jiwa sementara tahun 2024 hingga tanggal 3 April saja terdapat 323 kasus dan 3 anak meninggal dunia.
Kasus DBD meningkat tajam di tahun 2020 dengan jumlah warga yang terserang DBD sebanyak 1.816 orang dan mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
Tahun 2021, terdapat 183 kasus dan tak ada kematian sedangkan tahun 2022 terdapat 466 kasus dengan 3 kematian. Pada tahun 2023 jumlah kasus meningkat hampir 2 kali lipat hingga mencapai 823 kasus DBD namun tidak ada korban jiwa. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










