Sikapi Biaya Hidup Mahal, Forkompimda Manggarai Barat Bentuk Satgas “Mafia” Harga - FloresPos Net

Sikapi Biaya Hidup Mahal, Forkompimda Manggarai Barat Bentuk Satgas “Mafia” Harga

- Jurnalis

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sepakat membentuk Satuan Tugas (Satgas) menyikapi mahalnya biaya hidup dan “mafia” harga di Labuan Bajo yang “mencekik” batang leher konsumen.

Satgas dimaksud lahir pada rapat Forkompimda Mabar di Labuan Bajo, Senin (3/ 6/ 2014), sebagai tindak lanjut viralnya kemahalan harga di kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo Ibu Kota Mabar NTT beberapa jam sebelumnya.

Menanggapi wartawan usai pertemuan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Yulianus Weng, mengatakan, Satgas dimaksud dibentuk untuk menyikapi sejumlah hal.

Selain bicara kemahalan harga makanan/minuman di kuliner Kampung Ujung, rapat tersebut juga membahas biaya hidup lain di Labuan Bajo yang juga mahal, seperti biaya tinggal wisatawan/ orang luar di ibu kota Mabar Provinsi NTT itu.

Pada rapat Forkompimda tersebut juga membahas penyebab mahal di tiket pesawat, mahal di hotel, mahal di penginapan, mahal di kos-kosan, mahal di sewa kapal, juga mahal di sewa kendaraan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Komitmen Berikan Layanan JKN Selama Libur Lebaran

Nanti semua ini akan menjadi perhatian Pemkab/Forkompinda. Tetapi pada awal ini fokus bahas soal kemahalan kuliner Kampung Ujung.

Dan terkait pembentukan Satgas nanti Sekda Mabar yang membuat draf. OPD-OPD di lingkup Pemkab Mabar juga akan terlibat dalam eksekusinya. Tentang Satgas ini akan ada SK Bupati Mabar, ujar Wabup Weng.

Menyangkut kuliner Kampung Ujung, lanjut Wabup Weng, nanti Dinas Nakertrans Mabar akan secara ketat memantau di sana terkait menu makanan. Karena itu salah satu komitmen yang ditandatangani saat menempati kuliner tersebut.

Pihak-pihak yang menempati kuliner Kampung Ujung juga diminta harus menyiapkan timbangan didigital. Pengalaman selama ini pihak kuliner mungkin hanya perkiraan soal menu.

Misalnya tentang ikan 300 gram timbang langsung depan pembeli/konsumen yang hendak makan di kuliner tersebut atau beli bawah pulang ke rumah konsumen bersangkutan dan harga menu lain dari pihak kuliner. Berat ikan sekian, harganya sekian. Tidak kira-kira, tetapi pasti, karena timbang langsung depan dia yang mau makan di kuliner tersebut.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNIPA Gandeng Pemdes Tanarawa Tekan Angka Stunting

Dalam rapat tersebut juga bahas beberapa hal untuk ke depannya. Seperti terkait aturan/regulasi yang membolehkan Pemerintah Daerah menetapkan harga tertinggi barang.

Tentu terkait yang ini Pemda mengacu pada harga bahan bakunya. Misalnya ikan, apa pemilik kulinernya ambil dari pengepul ataukah langsung dari pemilik ikan. Berapa banyak dia mempekerjakan tenaga kerja. Berapa lombok yang dia gunakan, dan harga cabe itu berapa. Begitu juga bawang, listrik dan lain-lain.

Setelah itu semua dihitung baru ditetapkan harga batas atasnya. Dan tidak ada pihak yang rugi terkait ini, ungkap Wabup Weng.

Pada rapat Forkompimda itu juga disoroti terkait fasilitas  publik harus bersih, tidak bau busuk.

“Orang berpikir walaupun harga mahal, naik sedikit, tetapi kalau fasilitas baik, menunjang, orang mungkin tidak mengeluh,” ujar Wabup Weng. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Wabup Ngada Ingatkan Kades dan Lurah: Pastikan Bantuan Disalurkan Sampai Masyarakat
Wakil Kepsek SDI Iligetang Minta Trauma Healing Bantu Pulihkan Mental Siswa Pascabencana
PMI Salurkan Bantuan Non Food bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Kejari Bajawa Serahkan Dua Truk Bantuan Bencana Gempa Flores
Posko Pemerintah Gandeng Relawan Distribusi Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak
Keuskupan Ruteng Gandeng 5 Dokter dan 4 Biarawati Layani Pengobatan dan Psikososial 4.178 Penyintas Gempa Flores
Bupati Sikka Kunjungi Sekolah, Ajak Siswa Kembali Ceria Belajar
Kunjungi Fasilitas Kesehatan, Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Selalu Bertugas Saat Bencana
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:34 WITA

Wabup Ngada Ingatkan Kades dan Lurah: Pastikan Bantuan Disalurkan Sampai Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 11:30 WITA

Wakil Kepsek SDI Iligetang Minta Trauma Healing Bantu Pulihkan Mental Siswa Pascabencana

Selasa, 1 September 2026 - 11:17 WITA

PMI Salurkan Bantuan Non Food bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Selasa, 1 September 2026 - 07:35 WITA

Kejari Bajawa Serahkan Dua Truk Bantuan Bencana Gempa Flores

Selasa, 1 September 2026 - 06:54 WITA

Posko Pemerintah Gandeng Relawan Distribusi Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak

Berita Terbaru

Pengurus PMi Pusat dan PMI Kabupaten Ende serahkan bantuan non food untuk pengungsi di Kelurahan Rewarangga Selatan,Kabupaten Ende.

Nusa Bunga

PMI Salurkan Bantuan Non Food bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:17 WITA

Nusa Bunga

Kejari Bajawa Serahkan Dua Truk Bantuan Bencana Gempa Flores

Selasa, 1 Sep 2026 - 07:35 WITA