LARANTUKA, FLORESPOS.net-Tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura dilanda hujan abu vulkanik tebal dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT.
Tujuh desa dilanda abu vulkanik yang cukup tebal itu, yakni Duli Pali di Kecamatan Ile Bura. Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Persiapan Padang Pasir, Desa Boru, Desa Nawakote, dan Desa Pululera di Kecamatan Wulanggitang.
Bahkan hembusan angin yang cukup kencang membawa abu vulkanik ke arah barat dan barat daya hingga Desa Hikong dan Kringa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Hujan abu vulkanik yang turun cukup tebal itu berlangsung dalam tiga hari terakhir. Dan yang paling parah terjadi sepanjang Minggu dan Senin (2-3/6/2024).
“Abu vulkanik selama tiga hari ini terjadi erupsi terus. Hari ini, berulang kali meletus dan hujan abu vulkanik cukup tebal. Kami selalu waspada,” ungkap Juliana Soge, warga Desa Dulipali kepada wartawan, Senin (3/6/2024) sore.
Hujan Abu Cukup Tebal
Sementara itu, laporan Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur menyebutkan, selama beberapa hari terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi.
“Sepanjang hari ini (Senin, 3/6/2024) sudah beberapa kali dan sampai pukul 16.14 Wita, terjadi erupsi. Satu kali teramati tinggi kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak erupsi pada sore ini pukul 16.14 Wita,” kata Herman Yosef, Kepala Pos PGA Pululera kepada wartawan, Senin (3/4/2024) petang.
Herman mengatakan, beberapa hari ini erupsi dan hujan abu vulkanik cukup tebal di beberapa desa dan dusun, terutama di Desa Klatonlo. Sementara desa dan dusun lain, ada hujan abu vulkanik, tapi tipis.
“Tercatat kemarin (Minggu, 2/6/2024) sekitar pukul 17.45 Wita, tinggi kolom abu vulkanik 900 meter menuju ke arah barat dan barat daya sehingga sampai Hikong dan Kringa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka,” katanya.
Herman Yosef mengatakan, erupsi yang cukup besar dengan abu vulkanik yang turun begitu tebal terjadi dalam tiga hari terakhir ini. Meski begitu, kata dia, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II Waspada.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 2 km dari pusat erupsi serta sektoral 3 km arah Utara-Timur Laut dan 5 km pada sektor Timur Laut.
Masyarakat dihimbau agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Selain itu, Pemerintah Daerah (Pemda) juga mesti senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT atau PVMBG, Badan Geologi di Bandung. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus









