Gunung Kelimutu Naik Status Waspada, Kunjungan ke TNK Tetap Dibuka dengan Pembatasan - FloresPos Net

Gunung Kelimutu Naik Status Waspada, Kunjungan ke TNK Tetap Dibuka dengan Pembatasan

- Jurnalis

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung telah menyimpulkan dan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat setempat terkait adanya peningkatan aktivitas di Gunung Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Melalui siaran pers tertanggal 24 Mei 2024, Kepala PVMBG Bandung, Hendra Gunawan menyatakan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Kelimutu.

Sehingga tingkat aktivitas Gunung Kelimutu dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 24 Mei pukul 13.00 WITA.

Dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada), masyarakat atau pengunjung di sekitar Gunung Kelimutu agar tidak berada di sekitar area kawah dalam radius 250 m dari tepi kawah.

Terkait dengan adanya peningkatan aktivitas tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu (BTNK) Ende, Budi Mulyanto dikonfirmasi Florespos.net, Jumat (24/5/2024) pukul 21.35 wita, mengatakan aktivitas kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Kelimutu (TNK) tetap dibuka.

Dikatakannya pihaknya tetap membuka aktivitas kunjungan untuk wisatawan dengan tetap melakukan pembatasan di areal kunjungan sesuai rekomendasi dari PVMBG. Untuk areal kawah 1 yaitu tiwu ata polo dan kawah 2 tiwu koofai nuwamuri ditutup sementara untuk kunjungan.

Baca Juga :  PMKRI Ende Sebut Pembongkaran Rumah di Jalan Irian Jaya Ende Tanpa Mediasi yang Baik

“Tetap dibuka dengan pembatasan di areal kunjungan sesuai dengan rekomendasi PVMBG radius kurang lebih 250 M. Di areal kawah 1 dan 2 di tutup kunjungan,” jawab Kepala BTNK Ende kepada Florespos.net via pesan Whatsapp.

Diberitakan sebelumnya di media ini dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada), masyarakat atau pengunjung di sekitar Gunung Kelimutu agar tidak berada di sekitar area kawah dalam radius 250 m dari tepi kawah.

Pemantauan secara intensif untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Kelimutu tetap dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Pusat Vulkanologi juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu agar tetap tenang tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Kelimutu.

Pemerintah Daerah Kabupaten Ende agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Kelimutu di Kampung Kolorongo, Desa Koa Nora, Kabupaten Ende untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas Gunung Kelimutu.

“Masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Kelimutu melalui aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Play Store atau melalui website https://magma.esdm.go.id,https://vsi.esdm.go.id dan https://geologi.esdm.go.id

Baca Juga :  Dikeya dan Layu Bakteri Serang Labu Siam dan Pisang, Pemkab Mabar Gerdal OPT

Tingkat aktivitas Gunung Kelimutu akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan yang signifikan.

Pada 17 Mei 2024, air kawah di Tiwu Ata Polo mengalami perubahan dari berwarna hijau menjadi hijau tua, teramati dua titik bualan air di atas permukaan air danau kawah disebelah timur laut, bau gas belerang tercium lemah. Suhu air Danau Kawau terukur 23oC.

Pada 22 Mei 2024 terjadi perubahan warna air danau kawah menjadi coklat kehitaman. Suhu air Danau Kawau terukur 21oC.

Kegempaan selama periode 1-23 Mei 2024, terekam 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 77 kali Gempa Vulkanik Dalam, 30 kali Gempa Tektonik Lokal dan 85 kali Gempa Tektonik Jauh.

Sedangkan data RSAM, juga menunjukkan peningkatan meskipun tidak signifikan. Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan terjadinya suplai magma ke permukaan. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Feature

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:48 WITA