Konflik Sosial di Manggarai Terbanyak Berkaitan dengan Masalah Tanah - FloresPos Net

Konflik Sosial di Manggarai Terbanyak Berkaitan dengan Masalah Tanah

- Jurnalis

Selasa, 14 Mei 2024 - 19:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Dari data-data yang ada, sumber konflik sosial terbanyak di Kabupaten Manggarai, NTT adalah berkaitan dengan masalah tanah.

Ketika berbicara pada momen kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial yang diadakan Kodim 1612/Manggarai di Ruteng, Selasa (14/5/2024), Kaban Kesbangpol Linmas Manggarai, Gon Nggarang mengatakan, sesuai dengan data yang ada, dalam lima tahun terakhir ini, konflik tanah menempati urutan teratas di Manggarai.

“Konflik tingkatannya mulai dari yang kecil saja, hingga besar yang berujung perang tanding dan pertumpahan darah,” katanya.

Konflik tanah yang terjadi itu, bisa antar induvidu, induvidu dengan kelompok, atau individu dengan pemerintah atau lembaga lainnya.

Lalu, bisa juga terjadi kelompok dengan kelompok atau kelompok dengan pemerintah atau lembaga lainnya.

Mengapa terjadi? Karena masing-masing memiliki cerita sejarah sendiri atas tanah itu. Saling mengklaim itu yang menimbulkan perbedaan sehingga terjadinya konflik sosial.

Baca Juga :  Warga Temukan Kerangka Manusia, Tim Inafis Polres Ende Berhasil Indentifikasi

Saat ini, pihaknya sedang menangani konflik tanah masyarakat pada salah satu desa di Kecamatan Rahong Utara dan konflik tanah sekolah di Lao, Kecamatan Langke Rembong.

Secara keseluruhan, dari 12 kecamatan di Manggarai, yang paling banyak dan rawan dengan konflik tanah tersebut terdapat pada 6 kecamatan.

Dari kasus yang ada, ada yang telah diselesaikan, tetapi juga yang sedang dalam upaya penanganan baik lewat jalur adat, jalur pemerintah maupun jalur hukum.

“Kalau pemerintah biasanya ambil jalan tengah, musyawarah mufakat. Dan, cepat bergerak ketika ada informasi adanya konflik tanah yang dilaporkan,” katanya.

Menurutnya, untuk mencegah agar konflik tidak meluas dan tidak  mengarah pada adu kekuatan fisik, memang tidak bisa sendiri, tetapi bersama-sama institusi lain.

Baca Juga :  Uskup Budi Kleden Pimpin Misa Pembukaan Pesta Adat Reba Langa

Selama ini memang komunikasi dengan kepolisian dan TNI selalu jalan baik dalam upaya menjaga situasi di lokasi konflik tanah yang sedang memanas.

Sedangkan Kabag Ops Polres Manggarai, AKP Burhanudin mengatakan, sumber konflik sebetulnya banyak. Salah satunya sering terjadi di Manggarai ini adalah berkaitan dengan masalah tanah.

“Sengketa sudah diupayakan penanganan, tetapi kadang sulit selesai. Titik temu tidak ada antara para pihak,” katanya.

Sebabnya apa? Para pihak masih memegang benar sendiri dan paling hebat sendiri. Kalau seperti ini, maka sulit diselesaikan sehingga konflik jalan terus.

Memang kalau jalur mufakat tidak diterima, maka pilihan terakhir jalur hukum. Karena itu, apapun keputusan pengadilan, maka siapapun harus menghormati dan menerimanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
Berita ini 865 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Feature

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:48 WITA