SMAK St. Fransiskus dan JPIC Keuskupan Ruteng Tanam Kayu di Kawasan Golo Lusang - FloresPos Net

SMAK St. Fransiskus dan JPIC Keuskupan Ruteng Tanam Kayu di Kawasan Golo Lusang

- Jurnalis

Selasa, 26 Maret 2024 - 13:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Peduli dengan lingkungan hutan kawasan selatan Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, para siswa SMAK St. Fransiskus bersama JPIC Keuskupan Ruteng menanam anakan pepohonan, Senin (25/3/2024).

Aksi penanaman pohon kayu jenis Sa’u (kayu lokal pelindung air dan buahnya menjadi makanan lezat burung-burung) dipimpin Kasek RD. Ferdy Usman bersama Koordinator JPIC Keuskupan, RD. Marthin Chen dengan titik di kawasan yang bekas kebakaran di Golo Lusang.

Penanaman pohon diawali dengan ibadat ekologis yang dipimpin Romo Chen yang diikuti para siswa dan guru-guru. Sebanyak 200 anakan kayu Sa’u ditanam.

Ketika itu, Romo Chen mengatakan, Tuhan telah menciptakan alam semesta dengan sangat indah dan harmonis. Kitab Kejadian melukiskan hal ini dalam Kitab Suci dalam puisi liturgis kisah penciptaan dalam fase kosmis yang serasi (Kej 1:1-2:4a).

“Sayangnya, kosmos yang indah dan harmonis ini kini telah rusak oleh ulah manusia,” ujar Romo Chen.

Baca Juga :  Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih

Sambil mengutip ensiklik Laudato Si Paus Fransiskus, Romo Chen menyebut mental konsumtif dan mental membuang (barang sisa) sebagai akar antroposentris dari kerusakan lingkungan hidup.

Menurut Direktur Puspas Keuskupan Ruteng ini, diperlukan pedagogi ekologis masif baik dalam keluarga maupun sekolah.

Dengan itu, sejak dini anak dan remaja dididik untuk menyadari ketergantungan manusia pada alam dan tanggungjawabnya untuk melestarikannya.

Kegiatan ekologis di sekolah adalah hal yang sangat diapresiasi dan urgent. Dengan itu, sejak dini anak-anak sekolah merasakan keharmonisannya dengan alam dan ketakjubannya atas karya agung penciptaan Sang Khalik.

Kepala SMAK St. Fransiskus, RD. Ferdy Usman mengatakan, apa yang dilakukan ini merupakan wujud nyata keterlibatan sekolah dalam melestarikan alam dan lingkungan.

“Kita harus buat sesuatu untuk alam ini agar tetap lestari,” katanya.

Dikatakan, aksi ekologis ini dilakukan oleh kelompok pencinta alam Xaverian. Kelompok ini terdiri dari siswa dan guru-guru yang memiliki minat dan keprihatinan ekologis.

Baca Juga :  Askab PSSI Ende Laksanakan Kongres Luar Biasa, Ini Nama 12 Klub Pemilik Suara

Kekurangan air di Kota Ruteng mungkin akibat rusaknya hutan. Apa yang dilakukan kiranya berkontribusi untuk menghutankan lagi hutan yang rusak.

Selain itu, penghijauan ini juga merupakan bentuk nyata  keikutsertaan SMAK Fransiskus dalam gerakan Tahun Pastoral Ekologi Integral 2024 Keuskupan Ruteng.

Ketika itu, Ketua Komisi Liturgi, RD. Andy Jeramat mengatakan, apreasiasi atas apa yang dilakukan sekarang ini. Ibadat ekologis kreatif yang dikemas dalam doa, nyanyi dan tari dituntun untuk sungguh bersatu dengan alam dan memuliakan Sang Pencipta.

“Spiritualitas ekologis ini yang perlu dikembangkan dalam gerakan ekologis sekarang ini,” katanya.

Seorang siswa, Maria mengatakan, amat gembira karena terlibat dalam kegiatan ekologis sekarang. Kegiatan ini sangat bagus untuk orang muda.

“Senang sekali ikut kegiatan hari ini. Ibadatnya menyentuh. Aksi penghijauannya bagus sekali agar orang muda mencintai dan menjaga alam,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Berita Terbaru