MBAY, FLORESPOS.net-Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, berkomitmen mengusung kader sendiri pada perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Nagekeo 2024.
“Kami harus berkoalisi jika ingin maju karena jumlah kursi di DPRD Nagekeo tidak mencukupi. Tetapi pada dasarnya kami tetap akan mencalonkan kader sebagai calon Bupati Nagekeo. Gerindra yakin mengusung kader sendiri karena ini perintah,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Nagekeo, Silvester Loye dalam keterangan, Sabtu (23/3/2024) malam.
Silvester mengatakan dalam rapat kerja (Rakercab) DPC Gerindra Nagekeo menjalankan tiga agenda sebagaimana instruksi DPP dan DPD.
Tiga agenda dimaksud, yakni inventarisasi dan identifikasi kader Partai, revitalisasi pengurus dan serta mengidentifikasi kader Partai Gerindra yang akan diusung maju dalam bursa calon Bupati Nagekeo 2024.
Dari ketiga agenda tersebut, kata Silvester, usulan nama kandidat calon Bupati menjadi yang paling penting. Ada empat kader internal Gerindra yang diusulkan maju menjadi calon Bupati Nagekeo 2024 melalui mekanisme musyawarah mufakat.
“Ke 4 nama itu, yakni Ketua DPC Gerindra Nagekeo Silvester Loye, Sekertaris DPC Gerindra Nagekeo Kristianus Pantaleon Djogo, Ketua Bappilu yang juga mantan Wakil Bupati Nagekeo periode 2018-2023 Marianus Waja dan pengurus Gerindra provinsi NTT Yohanes Pande Gani,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil voting, Silvester Loye mendapatkan dukungan paling banyak dari peserta Rakercab dengan perolehan suara 15, diikuti Kristianus Pantaleon Djogo 7 suara, Marianus Waja 5 suara dan Yohanes Pande Gani 5 suara serta 1 suara menginginkan Yess Jilid ll.
Disinggung Partai Gerindra sebelumnya telah berkomitmen mengusung kembali Yohanes Don Bosco Do dan Marianus Waja atau paket Yes Jilid II kembali bertarung dalam Pilkada Nagekeo 2024? Ketua DPC Gerindra menepis.
Menurut Silvester, hingga saat ini Partai Nasdem tidak ada dan tidak pernah komunikasi terkait hal itu. Apa lagi ini diperintahkan dari pusat, Partai Gerindra berkomitmen harus usulkan Calon Bupati dari kader Partai Gerindra itu sendirian.
Sekretaris DPC Gerindra Nagekeo Kristianus Pantaleon Djogo mengatakan, dalam Rakercab tersebut tentu saja hanya sebatas mengidentifikasi.
“Kita ikuti berdasarkan kerangka acuan yang mana harus lebih dari satu kader, urusan selanjutnya kita serahkan kembali ke DPD dan DPP. Proses selanjutnya partai melakukan Survey elektabilitas dan respon masyarakat, tentu saja melalui proses survey,” jelasnya.
Sementara Avan Wogo mengatakan hasil rakecap di kirim paling lambat tanggal 23 maret 2024. Menurutnya, mekanisme yang ada di Gerindra. Pertama usulan dari DPC akan dibawa ke DPD tingkat provinsi.
Avan mengatakan, setelah pembahasan di tingkat DPD, usulan itu kemudian dibawa ke DPP dan dibahas. Ditingkat pusat usulan akan dipertimbangkan dan diperhitungkan baik secara politik maupun dari berbagai aspek.
Kata Avan, tidak sampai di sana, setelah dibahas di DPP nama usulan tersebut harus dapat persetujuan dari Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai. *
Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando










