RUTENG, FLORESPOS.net-Banyak yang dilakukan secara konkret dalam tahun ekologi integral di Keuskupan Ruteng, Flores, NTT untuk tahun 2024 ini.
Salah satunya adalah menerapkan dan mengembangkan penanaman pohon sakramen ketika umat menerima sejumlah sakramen dalam gereja.
Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat ditemui media usai me-lauching penanaman pohon ekologi tingkat Paroki Kajong di Kajong, Kecamatan Reok Barat, Manggarai, Senin (19/2/2024) sore mengatakan, pelaksanaan tahun ekologi integral harus nyata dengan penggerak utama gereja atau paroki-paroki.
“Nyatanya, gereja atau paroki-paroki mulai dengan penanaman pohon sakramen,” katanya.
Apa artinya pohon sakramen itu? Umat yang akan menerima sakramen tertentu harus menanam pohon lebih dahulu. Sakramen itu di antaranya baptis, komuni pertama, krisma, dan bahkan sakramen nikah.
Orang tua atau penerima sakramen harus menanam pohon dahulu pada lokasi yang ditentukan paroki. Bibit pohon tentunya juga disiapkan paroki.
Pohon sakramen itu tidak saja ditanam, tetapi harus diikuti dengan pemeliharaan oleh yang menanam. Dengan itu, penanam tahu perkembangan pohonnya setiap waktunya.
Semua paroki di Keuskupan Ruteng harus memulai dan melaksanakan penanaman pohon sakramen ini. Manfaatkan betul momen tahun ekologi integral dalam upaya menjaga lingkungan dan merawat bumi ini.
Menurutnya, dalam tahun ekologi integral ini sudah pasti akan banyak aksi sosial, aksi bersama untuk menanam pohon.
Penanaman pohon itu tentu tidak saja dilihat dengan aktivitas fisik, juga dalam terang iman, yakni sebagai bentuk perwujudan iman umat.
Artinya apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya membangun kerajaan Allah dunia, di keuskupan ini, di paroki-paroki, dan lingkungan hidup setiap umat.
“Karena itu, saya beri apresiasi untuk Paroki Kajong yang sudah memulai aksi nyata penanaman pohon dalam melaksanakan tahun ekologi integral ini,” katanya.
Sebelumnya Rm. Bernadus Palus mengatakan, sudah disiapkan banyak pohon untuk ditanam nantinya. Penanaman simbolis dilakukan halaman paroki.
“Kita mau launching tahun pastoral ekologi integral tingkat paroki ini. Acaranya bersamaan dengan resmi beroperasinya kantor fungsional Bank NTT di Kajong ini,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










