MBAY, FLORESPOS.net-Mengawali tahun 2024, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT meningkat.
Berdasarkan data pada awal Januari 2024 hingga Kamis (11/1/2024) kasus DBD di Kabupaten Nagekeo telah mencapai 24 kasus.
Jumlah tersebut diprediksi akan semakin meningkat, dan akan lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2023 lalu yakni sejak awal Januari sampai Desember 2023 hanya 49 kasus.
Hali itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dr. Renny Wahyuningsi Kamis (11/1/2024).
Mantan Kadis Kesehatan Ngada itu menjelaskan puncak kasus DBD biasanya terjadi pada bulan Januari tiap tahunnya. Hanya saja pada tahun ini kasusnya lebih tinggi karena faktor cuaca ekstrem.
Sehingga membuka peluang tempat perinangan nyamuk di lingkungan masyarakat semakin meningkat.
Menangani hal itu, dr. Renny mengatakan, dalam upaya menekan penularan DBD yang lebih massif pihaknya telah melakukan beberapa upaya pencegahan.
“Kita melakukan fogging pencegahan, penyelidikan epidemiologis, pemberantasan sarang nyamuk dan larvasidasi menggunakan serbuk kimia larvasida dan melakukan upaya fogging focus pada lokasi yang terjangkit serta melakukan edukasi, pemberdayaan masyarakat,” katarnya.
Tidak saja pemerintah, upaya pencegahan penyebaran DBD juga dilakukan ditingkat desa dan kelurahan.
Lurah Danga Yohanes Lado mengatakan, pihaknya rutin menggelar jumat bersih. Kegiatan ini digencarkan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan.
“Kita di lurah melakukan Jumat Bersih Keliling, setiap jumat melakukan pembersihan dimasing-masing lorong dengan membersihkan area yang ada tumpukan sampah dan genangan air,” kata Hans Lado.
Data Kasus DBD 2022 sampai 2024, yakni 2022 Suspek 34 orang, DBD 71 Orang, Meninggal 2 orang. Di tahun 2023 suspek 90 orang, DBD 49 Orang, dan meninggal 1 orang. Sementara di awal tahun tahun 2024, suspek kosong, DBD 24 orang sementara meninggal tidak ada. *
Penulis: Arkadius Togo I Editor: Anton Harus










