Ancaman Abu Vulkanik Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, 13 Warga Nurabelen di Riang Rita Terserang ISPA - FloresPos Net

Ancaman Abu Vulkanik Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, 13 Warga Nurabelen di Riang Rita Terserang ISPA

- Jurnalis

Kamis, 11 Januari 2024 - 08:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Dampak abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki bagi 544 warga Desa Nurabelen di Kecamatan Ilebura yang mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin nyata.

Pendata dan penanganan kesehatan di Desa Riang Rita mencatat, 13 dari 544 orang warga Desa Nurabelen mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, Rabu (10/1/2024), sudah terserang gangguan infeksi pernapasan atau ISPA.

“Ada 13 orang ISPA, 1 orang stroke, 3 orang hipertensi, 1 orang rematik,”  kata Maria Yuvensia, Tenaga Kesehatan Poskesdes Desa Riang Rita yang mendata dan menanggani kesehatan warga Desa Nurabelen yang mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, Rabu (10/1/2024) sore.

Selain gangguan kesehatan itu, kata Maria Yuvensia, ada 6 orang ibu hamil dari Desa Nurabelen, awalnya juga mengungsi di Kantor Desa Riang Rita.

“Ke-6 orang ibu hamil ini, tadi (Rabu, 10/1/2024, Red) siang sudah dijemput langsung oleh keluarga ke Larantuka dan Lewolaga,” kata dia.

Penelusuran Florespos.net, Rabu siang hingga malam, sedikitnya 544 warga Desa Nurabelen, baik laki-laki, perempuan, tua muda, dan anak-anak mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, pasca erupsi dahsyat pada Selasa (9/1/2024) pukul 23.00 Wita dan Rabu (10/1/2024) pukul 02.31 Wita dini hari.

Baca Juga :  Penerimaan PAD Dishub Flores Timur Tahun 2024 Lampaui Target, Terbanyak dari JTP Pante Palo

Ratusan warga itu tidur beralaskan terpal dan kain seadanya di lantai ruangan Balai Desa dan Poskesdes Riang Rita. Petugas Kesehatan dan anggota Polisi tampak berada di Balai Desa Riang Rita mengurus ratusan warga tersebut.

Lukas Reten Kenoba, salah satu warga Desa Nurabelen yang mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, Rabu sore mengaku mengungsi dan berada di Kantor Desa Riang Rita sejak Selasa (9/1/2024) malam.

“Bunyi gemuruh besar sekali dan ada keluar api di Gunung Lewotobi Laki-laki membuat kami menjauh mencari tempat aman,” kata Lukas Reten Kenoba.

Sebagaimana disaksikan Florespos.net, wilayah Desa Nobo dan Desa Nurabelen yang berada di pesisir pantai bagian timur selatan itu dikepuli asap dan berlumuran abu vulkanik.

Jika berada di Desa Nobo dan Desa Nurabelen, terdengar jelas bunyi gemuruh yang sangat besar dari Gunung Lewotobi Laki-laki dan bau belerang yang menyengat.

Baca Juga :  Penertiban APK di Manggarai Berlangsung Hingga Pekan Terakhir November 2023

Rumah-rumah warga di dua desa itu nyaris kosong tanpa penghuni. Terlihat, hanya beberapa orang muda dan orang tua duduk di halaman rumah dalam posisi awas.

Hingga Rabu malam, ratusan warga Desa Nurabelen yang mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, itu belum dipindahkan ke Posko Konga atau posko lain untuk mendapatkan tempat pengungsian dan penanganan yang baik.

Data sementara yang dihimpun Rabu (10/1/2024) pagi, warga terdampak langsung secara keseluruhan yang mengungsi berjumlah 5.057 jiwa.

Jumlah ini belum termasuk warga terdampak langsung yang mengungsi pasca erupsi dahsyat disertai lontaran lava pijar Selasa dan Rabu.

Selain rumah warga di Desa Hewa, Desa Boru Kedang dan Desa Pululera, warga terdampak mengungsi terpusat di Posko SMPN Wulanggitang, Boru, Kecamatan Wulanggitang dan Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena.

Data sementara yang dihimpun Florespos.net, Rabu (10/1/2024) malam, dari 5.057 orang tersebut, 45 orang di Posko Kantor Desa Konga dan 785 orang di Posko Boru terserang gangguan pernapasan atau ISPA. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA